
ILUSTRASI: Antrean kendaraan saat hendak keluar tol Jagorawi menuju jalur Puncak di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Sebelumnya jalur menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
JawaPos.com - Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna mencegah penyebaran Covid-19 saat libur panjang di akhir Oktober mendatang. Mengingat, cuti bersama Rabu (28/10), lalu libur Maulid Nabi pada Kamis (29/10) dan Jumat (30/10).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa sesuai arahan presiden, cuti bersama dan hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW akan tetap dilaksanakan.
"Jadi tidak ada perubahan. Namun yang berkaitan dengan upaya kita untuk menanggulangi wabah Covid-19, Bapak Presiden sudah menyampaikan supaya kegiatan libur dan cuti bersama ini jangan sampai nanti menjadi faktor menaiknya angka kasus dan juga peningkatan masalah Covid-19," ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (21/10).
Ia menyebut hal-hal yang berkaitan dengan masalah kebijakan di masing-masing daerah akan langsung dikoordinasikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) bertanggung jawab dalam penanganan masalah kesehatan terkait Covid-19.
"Nanti Kepala BNPB sebagai Ketua Satgas Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi juga akan bertanggung jawab menyampaikan kepada publik, terutama yang berkaitan dengan masalah keadaan penanganan Covid-19 yang paling mutakhir," ucapnya.
Seraya menanggapi, Mendagri Tito Karnavian melihat ada kecenderungan masyarakat akan melakukan perjalanan seperti pulang kampung atau berlibur ke tempat wisata.
Tito mengindikasikan bahwa masyarakat kemungkinan juga akan mengambil cuti pada Senin (26/10) dan Selasa (27/10) lalu berlanjut pada Sabtu (31/10) dan Minggu (1/11). Itu berarti masa liburan di akhir Oktober menjadi lebih lama.
"Seperti disampaikan Pak Menko PMK, mobilitas pergerakan masyarakat ini bisa menimbulkan penularan. Perlu kita waspadai bersama agar liburan ini tidak menjadi media penularan sehingga ada beberapa hal yang perlu kita lakukan bersama," ungkapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat yang berada di zona merah untuk tidak bepergian dan lebih baik mengisi waktu berlibur di rumah dengan kegiatan yang bermanfaat. Andai pun terpaksa keluar, mereka harus memastikan diri bebas Covid-19 dengan hasil tes PCR negatif.
"Sehingga yakin bahwa dalam keadaan negatif, jangan sampai terjadi penular bagi saudara-saudara kita, orang tua kita, dan lain-lain yang ada di daerah," tegasnya. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=UT3I3Iy-7SE&ab_channel=jawapostvofficial

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
