
Tim Komunikasi Publik GTPPC-19 Reisa Broto Asmoro
JawaPos.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat tidak menolak pemberian vaksin Covid-19 apabila nantinya telah diedarkan secara luas. Menurutnya, vaksin bagus untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh.
Selain itu, Reisa mengingatkan pula agar warga tidak meninggalkan protokol kesehatan meskipun sudah ada vaksin. Konsep 3M, berupa memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan harus tetap dijalankan.
"Kalau kita bisa dapat imunisasi spesifiknya dari vaksin, kenapa harus sakit. Dan kita harus tetap ingat, kita harus tetap disiplin menjaga diri sendiri dan orang lain. Minimal 3M," kata Reisa.
Sementara itu, Pakar Imunisasi Indonesia, Jane Soepardi, mengingatkan masyarakat agar tak acuh pada upaya penyediaan vaksin Covid-19 yang tengah dilakukan pemerintah. Menurutnya, vaksin adalah salah satu kebutuhan penting untuk menjaga kesehatam tubuh.
"Kalau kita beruntung mendapat imunisasinya dari Covid-19 jangan ditolak. Harus bersyukur kalau kita dapat vaksin ini," sambung Jane.
Ia menjelaskan, vaksin merupakan upaya pamungkas dalam menghentikan pandemi Covid-19. Sejak puluhan tahun lalu, imunisasi sudah terbukti ampuh untuk menangkal virus.
"Pengetahuan para ilmuwan saat ini masih sangat terbatas mengenai Covid-19, selalu saja ada yang baru. Kita tidak tahu, misalnya kalau sekarang kita kena Covid-19 dan kebetulan sembuh, kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," imbuhnya.
Dia juga meminta agar masyarakat jangan lengah dengan beranggapan bahwa Covid-19 hanya akan sekali mengidap tubuh manusia yang sudah tertular. Dicontohkannya pada penyakit infeksi cacar air. Penyakit itu tidak hilang, namun malah mengganas seiring bertambahnya umur seseorang.
"Ternyata virus cacar itu tidur di ganglion saraf. Nanti mungkin 15-20 tahun lagi, tiba-tiba waktu kondisi kita jelek, muncul yang namanya Herpes Zoster (cacar ular) yang sangat sakit," ungkap Jane.
Begitu pula pada kasus Covid-19. Jane mengatakan bahwa penyakit tersebut menginfeksi tubuh secara cepar. Oleh karena itu, butuh penanganan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Masyarakat juga harus tahu betul vaksin dengan obat itu tidak sama, berbeda sama sekali. Membuat vaksin itu jauh lebih susah daripada membuat obat. Sudah jadi pun vaksinnya, untuk bisa diterima, itu syaratnya jauh lebih sulit daripada obat," pungkas Jane.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=bbECprka9e0
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022