Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2020 | 05.07 WIB

Diam-diam Ketum PAN Zulhas Temui Presiden Jokowi, Ini yang Dibahas

Presiden Jokowi saat menjamu makan siang Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Istana. - Image

Presiden Jokowi saat menjamu makan siang Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Istana.

JawaPos.com - Diam-diam, ternyata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara hari ini, Senin (20/7). Pertemuan tersebut juga membahas masalah tantangan yang dihadapi Indonesia di masa pandemi Covid-19.

Pertemuan itu dibenarkan oleh Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi. Menurutnya, salah satu agenda dalam pertemuan tersebut adalah memperkenalkan kepengurusan PAN setelah kongres ke-V yang beberapa waktu lalu dilakukan di Kendari.

"Saat itu sudah ada kesediaan waktu Pak Presiden Jokowi untuk berkenan hadir di saat pelantikan pengurus baru DPP PAN 2020-2025. Tetapi karena pandemi Covid 19, pelantikan dalam pertemuan fisik secara masif tidak memungkinkan. Lalu diganti dengan pelantikan sederhana sesuai prosedur kesehatan pencegahan pandemi Covid 19," ujar Viva Yoga kepada JawaPos.com, Senin (20/7).

Viva Yoga juga menuturkan, pertemuan tersebut juga membahas masalah tantangan yang dihadapi Indonesia di masa pandemi virus Korona. Termasuk berdiskusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid 19.

"Solusi kebijakan agar pondasi perekonomian nasional dan UMKM tetap bergerak dan beraktivitas," katanya.

Menurut Viva Yoga, PAN akan terus bersama pemerintah dalam menggerakkan pembangunan nasional dalam rangka untuk mencapai cita-cita nasional sesuai termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. "Demi menciptakan masyarakat adil makmur, memakmurkan masyarakat Indonesia, dan membangun peradaban Indonesia," ungkapnya.

Lantas apakah PAN akan bergabung dengan pemerintah? Viva mengaku ‎enggan berandai-andai. Karena yang terpenting adalah seluruh partai politik dan eksponen bangsa harus bekerja bersama untuk membangun peradaban.

"Proses check and balances tetap harus ada. Itu ada di lembaga legislatif dan kekuatan civil society yang sudah tumbuh berkembang. Dan itu yang dibutuhakan oleh pemerintah dalam membangun demokrasi di Indonesia yang berkualitas dan bertanggungjawn," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore