
Ketua PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (21/1). (Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com – Kabar duka cita datang dari dunia hukum. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin meninggal dunia.
"Innalillahi wa Inna Ilaihi rojiun Telah wafat suami kami tercinta, Drs. Kiagus Ahmad Badaruddin, MSc. pada hari ini Sabtu, tanggal 14 Maret 2020. Mohon dimaafkan segala khliaf & salah beliau, dimudahkan jalannya menuju jannahNya," terang istri almarhum, Sabtu (14/3).
Terkait kabar duka ini, Ketua Kelompok Humas PPATK, M Natsir Kongah membenarkan, "Iya benar, ini saya lagi siap-siap mau ke rumah duka," kata Natsir kepada JawaPos.com.
Natsir menjelaskan jika beberapa hari terakhir, Kiagus mengalami sakit, sehingga sempat dirawat di rumah sakit di bilangan Jakarta Selatan. "Ada sakit gula dan lain-lain," jelas Natsir.
Untuk diketahui, Kiagus lahir di Palembang tanggal 29 Maret 1957 (59 tahun). Dia menempuh pendidikan Diploma III Ekonomi Perusahaan dan S1 ekonomi Manajemen di Universitas Sriwijaya Palembang. Gelar Sarjana Ekonomi diraihnya tahun 1986.
Usai meraih gelar sarjana, Kiagus kemudian menempuh pendidikan S2 di University of Illinois at Urbana-Champaign dan mendapatkan gelar Master of Science pada tahun 1991.
Sebelum di PPATK, Kiagus pada tahun 2003 Kiagus pernah menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Setelah malang melintang menjabat berbagai jabatan strategis di Kemenkeu, pejabat senior di Kementerian Keuangan dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala PPATK menggantikan M Yusuf yang habis masa jabatannya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
