Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2020 | 19.12 WIB

Gus Kikin, Calon Penerus Tebuireng Dikader Langsung oleh Gus Sholah

CALON PENERUS: KH Abdul Hakim Mahfudz. (Hariyanto Teng/Jawa Pos) - Image

CALON PENERUS: KH Abdul Hakim Mahfudz. (Hariyanto Teng/Jawa Pos)

JawaPos.com - Luasnya hanya sekitar 3 x 3 meter. Tapi, sejarah yang dikandung ruangan di bagian tengah kediaman pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu begitu jembar. Menjulur seturut eksistensi panjang ponpes yang berada di Jombang, Jawa Timur, tersebut.

Ruangan bercat putih itu dulu dipakai KH Hasyim Asy’ari, pendiri Ponpes Tebuireng sekaligus Nahdlatul Ulama, beristirahat.

Dan, di situ pula KH Salahuddin Wahid alias Gus Sholah biasa bermunajat.

Nur Rokhim, abdi dalem Gus Sholah, menceritakan, saat Gus Sholah diamanahi sebagai pengasuh Ponpes Tebuireng, ruangan tersebut beserta kediaman KH Hasyim Asy’ari memang direnovasi. Namun, suasana ruangan kecil itu dibiarkan seperti dulu. ’’Hanya dikeramik dan ditinggikan langit-langitnya,’’ ujar Cak Nur, sapaan akrab Nur Rokhim, kepada Jawa Pos, Senin (3/2).

Bersama Cak Nur, Jawa Pos sempat mengintip isi ruangan yang pintunya terhubung dengan ruang utama itu. Tampak terpampang foto KH Hasyim Asy’ari cetakan pertama. Masih asli dan bukan foto reproduksi. Foto tersebut diambil ketika pendiri Nahdlatul Ulama itu sedang berdiskusi dengan orang Jepang.

Ada dua kursi dan satu meja kecil di dalamnya. Juga, dipan dan kasur kecil berukuran 1,5 x 2 meter. Beberapa buku tentang perjuangan KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim, putranya yang juga ayah Gus Sholah, tertata rapi di rak kecil di sebelah selatan.

Cak Nur menyebutkan, tidak sembarang orang boleh masuk kamar tersebut. Hanya zuriah atau anggota keluarga dan tamu kenegaraan yang diizinkan masuk. Termasuk abdi dalem yang memang bertugas membersihkannya. Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, kata Cak Nur, pernah masuk ke ruangan tersebut di waktu berbeda. Sekitar akhir 2018.

Dua tokoh nasional tersebut saat itu bertarung dalam pemilihan umum presiden. Masing-masing bermunajat selama 10 menit. Gus Sholah ikut mendampingi di dalam.

Santri Tebuireng angkatan 1998 itu mengungkapkan, ruangan tersebut sering kali dipakai Gus Sholah bermunajat pada sepertiga malam. Khususnya saat Ramadan. Hampir setiap malam, adik kandung Gus Dur itu selalu menghabiskan waktu di ruangan tersebut. Mulai pukul 03.00 sampai azan Subuh berkumandang.

Menurut Cak Nur, kediaman tempat ruangan itu berada memang dikhususkan bagi para pengasuh ponpes dari masa ke masa. Mulai KH Hasyim Asy’ari sampai Gus Sholah yang tercatat sebagai pengasuh ketujuh Ponpes Tebuireng. ’’Seperti rumah dinas,’’ katanya.

Bapak satu anak itu mengabdi kepada Gus Sholah sejak 2006. Namun, sebelum Gus Sholah, Cak Nur sejatinya sering membantu mengurus kediaman saat Ponpes Tebuireng diasuh KH Yusuf Hasyim, putra ke-10 KH Hasyim Asy’ari.

Banyak pelajaran yang secara tidak langsung didapat Cak Nur dari Gus Sholah. Khususnya terkait dengan kedisiplinan.

Penerus Gus Sholah

Setelah Gus Sholah berpulang pada Minggu malam lalu (2/2), siapa yang akan memegang tampuk kepemimpinan di Tebuireng? KH Fahmi Amrullah alias Gus Fahmi, sekretaris majelis keluarga, menyatakan, sosok yang bakal menggantikan Gus Sholah mengasuh Ponpes Tebuireng sudah disiapkan. Sosok yang dimaksud adalah KH Abdul Hakim Mahfudz. Hal itu, kata Gus Fahmi, diputuskan dalam rapat majelis keluarga.

Secara garis keturunan, kiai yang biasa dipanggil Gus Kikin tersebut merupakan anak KH Machfud Anwar Mansyur dan Nyai Abidah Ma’sum. Nyai Abidah merupakan putri KH Ma’sum Ali dan Hj Khoriyah Hasyim. Jadi, Gus Kikin merupakan cicit Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.

Gus Fahmi mengatakan, Gus Kikin dipercaya sebagai wakil pengasuh ponpes sejak 2016. Itu merupakan amanah langsung dari Gus Sholah. ’’Karena sebelumnya tidak ada (wakil pengasuh, Red),’’ ujar kiai yang merupakan cucu Hj Khodijah Hasyim, anak ke-13 KH Hasyim Asy’ari, itu.

Selama ini, calon pengganti pengasuh selalu ditunjuk pengasuh sebelumnya sebelum wafat. Nah, pada 2016, Gus Sholah menunjuk tiga ulama sebagai wakil pengasuh.

Karena dianggap kurang efektif, jumlah wakil pengasuh dikurangi menjadi satu orang saja. ’’Yang lainnya tetap ada di pondok, semacam direktur bidang. Ada beberapa bidang yang dinaungi,’’ terangnya.

Meski sudah ditunjuk Gus Sholah, calon pengasuh baru nanti tetap dimusyawarahkan bersama anggota majelis keluarga. Ada sembilan orang yang merupakan perwakilan keluarga masing-masing.

Sembilan tokoh ulama yang merupakan anggota majelis keluarga itu, antara lain, KH Abdul Hadi. Ulama yang biasa disapa Gus Didik itu merupakan zuriah dari jalur Nyai Aisyah, putri KH Hasyim Asy’ari. Kemudian, KH Abdul Haq alias Gus Iqbal yang merupakan zuriah dari keturunan Nyai Aisyah yang juga putri Kiai Hasyim.

Selanjutnya, KH Kholiq Tsani alias Gus Aing yang merupakan keturunan KH Kholiq Hasyim. Lalu, KH Umar Wahid yang merupakan adik kandung Gus Sholah dan KH Hasyim Karim. ’’Beliau (Kiai Hasyim Karim, Red) merupakan ketua majelis,’’ kata Gus Fahmi.

Selain itu, ada Gus Irfan Yusuf yang merupakan putra KH Yusuf Hasyim serta Nyai Qurotul Aini yang merupakan keturunan Nyai Fatimah Hasyim. ’’Gus Kikin itu juga anggota majelis dari jalur Nyai Khoiriyah Hasyim. Yang terakhir saya sendiri dari Nyai Khodijah Hasyim,’’ papar Gus Fahmi.

Di sisi lain, Gus Kikin merasa dikader langsung oleh Gus Sholah. Sejak ditunjuk sebagai wakil pengasuh, Gus Kikin mengaku kerap diberi amanah ketika Gus Sholah berhalangan. Salah satunya menerima tamu dari berbagai kalangan. Mulai para ulama sampai pejabat negara.

Sejak 2016, Gus Kikin diminta tinggal di ndalem kasepuhan, kediaman pengasuh. Sedangkan Gus Sholah tinggal di rumah yang berlokasi di dekat kompleks maqbaroh atau makam keluarga KH Hasyim Asy’ari.

’’Sejak empat tahun terakhir, Gus Sholah sering menjalani perawatan di rumah sakit. Akhirnya, dalam musyawarah keluarga memutuskan saya sebagai wakil pengasuh,’’ kata Gus Kikin.

Tidak hanya menerima tamu kenegaraan maupun para ulama, Gus Kikin juga pernah diminta meresmikan beberapa cabang Ponpes Tebuireng di luar pulau. Salah satunya peletakan batu pertama ponpes di Samarinda, Kalimantan Timur, pada September 2019. ’’Terakhir kami meresmikan satu cabang di sana,’’ kenangnya.

Gus Kikin mengaku sangat kehilangan sosok Gus Sholah yang dikenal sangat disiplin dan tepat waktu. Setiap ada janji bertemu atau menerima tamu, Gus Sholah datang lebih awal. Jadi, ketika tamunya datang, Gus Sholah sudah duduk di kursi ruang tamu ndalem kasepuhan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore