Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Februari 2020 | 19.43 WIB

MPR Kehilangan Gus Sholah, Tokoh Pemersatu Bangsa

KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Dok Jawa Pos - Image

KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Dok Jawa Pos

JawaPos.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo dan segenap keluarga besar MPR RI berkabung atas wafatnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah pada Minggu (2/2) malam. Almarhum Gus Sholah akan selalu dikenang sebagai negarawan yang gigih menjaga dan merawat persatuan bangsa.

Menurut Bambang, almarhum tidak hanya dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang. Lebih dari itu, almarhum sudah menjadi tokoh panutan.

"Karena Gus Sholah selalu berbicara dan bekerja demi persatuan dan kesatuan bangsa. Almarhum pun selalu berbicara dan bekerja demi terwujudnya persatuan umat beragama,” ujar pria yang akrab disapa Bamsoet di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/2).

Bamsoet mengatakan, bukan hanya segenap keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) yang merasa kehilangan karena berpulangnya Gus Sholah. Para sahabat almarhum dari berbagai kalangan dan komunitas lainnya pun merasakan kehilangan, termasuk Partai Golkar.

Menurut Bamsoet, nama almarhum tak akan pernah hilang dari catatan Partai Golkar. Sebab, pada pemilihan presiden tahun 2004, Partai Golkar meminang Gus Sholah sebagai calon wakil presiden untuk disandingkan dengan calon presiden Wiranto.

Begitu juga dengan kami, para inisiator Hak Angket Kasus Bank Century DPR RI yang kerap berdiskusi dengan Gus Sholah hingga kasus ini masuk ke pengadilan.

Selain itu, jangan lupa bahwa selama hidupnya, Gus Sholah sering menerima dan menampung keluh kesah dari beragam kalangan. Itu sebabnya, banyak komunitas menjadikan almarhum Gus Sholah sebagai sosok pejuang martabat kemanusiaan dan, almarhum melakoni peran itu tanpa pamrih. Dia menyuarakan berbagai persoalan melalui sejumlah tulisan yang dipublikasikan, serta tak segan menyampaikan kritik yang konstruktif.

“Saya ikut merasakan kesedihan keluarga almarhum Gus Sholah dan keluarga besar Nahdliyin. Dalam suasana duka ini, saya dan rekan-rekan di MPR melantunkan doa agar keluarga dan komunitas Nahdliyin tabah serta merelakan kepergian almarhum Gus Sholah,” katanya.

‎Diberitakan sebelumnya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah tutup usia di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya.

Adik kandung dari Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu meninggal dalam usia 77 tahun.

Setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Bangka Raya 2C, jenazah akan diberangkatkan ke Jawa Timur menggunakan pesawat Batik Air melalui Bandara Halim Perdanakusuma pukul 10.00 WIB. Jenazah akan disemayamkan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Pria kelahiran Jombang pada 11 September 1942 itu merupakan anak dari KH Wahid Hasjim. Selain dikenal sebagai tokoh agama, Gus Sholah juga dikenal sebagai politisi, tokoh HAM, dan arsitek‎.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore