
Photo
JawaPos.com - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya KH Salahuddin Wahid pada Minggu (2/2) malam. Pria yang karib disapa Gus Sholah itu disebut merupakan sosok negarawan yang berjasa dalam pemberantasan korupsi.
"Keluarga besar pegawai KPK turut berduka cita atas meninggalnya Kiai Haji Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Dengan wafatnya beliau, Indonesia telah kehilangan tokoh nasional, bapak bangsa, dan sosok negarawan yang juga berjasa dalam pemberantasan korupsi di negeri ini," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo dalam keterangannya, Senin (3/2).
Yudi menuturkan, selama ini Gus Sholah selalu menjaga KPK baik dengan dukungan datang langsung ke gedung KPK maupun dengan mendukung upaya di bidang pencegahan korupsi. Bahkan, pada 2017 lalu, lanjut Yudi, almarhum pernah mendeklarasikan Pondok Pesantren Tebu Ireng untuk melawan budaya korupsi dengan para pemimpin lintas agama.
"Semoga ke depan akan lahir sosok-sosok pewaris pemikiran beliau yang menjaga negeri ini dalam bingkai kebhinnekaan, NKRI dan menyuarakan gerakan antikorupsi," harap Yudi.
Untuk diketahui, Gus Sholah meninggal di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat pada Minggu (2/2) sekitar pukul 20.59 WIB. Tokoh NU ini wafat usai mengalami masa kritis setelah menjalani operasi selaput jantung pada Jumat (31/1).
Gus Sholah akan dikebumikan di samping pusara almarhum kakaknya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Rencananya, jenazah akan dikebumikan sekitar pukul 16.00 WIB.
Gus Sholah merupakan tokoh nasional yang beberapa kali menjabat posisi penting. Pernah juga menjadi cawapres mendampingi Wiranto pada Pilpres 2004. Namun harus kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.
Gus Sholah juga merupakan adik kandung dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mereka merupakan anak dari pasangan Wahid Hasyim-Sholehah. Kakek keduanya merupakan Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Jabatan terakhir yang diemban Gus Solah yakni menjadi anggota Dewan Etik Mahkamah Konstitusi. Namun, pada 2018 lalu, dia mengundurkan diri karena sakit. Kini posisi tersebut diduduki Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
