
Hamdan Zoelfa selaku tim kuasa hukum dari Desrizal yang melakukan penganiayaan terhadap hakim Sunarso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (7/10). (Ridwan)
JawaPos.com - Hamdan Zoelfa selaku tim kuasa hukum dari Desrizal berharap kasus dugaan penganiayaan terhadap hakim Sunarso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bisa dilihat secara bijaksana. Menurutnya, dugaan penganiayaan tersebut hanyalah peristiwa ketidaksengajaan.
"Insiden yang terjadi adalah spontanitas dan merupakan akumulasi kekecewaan terhadap Majelis Hakim. Karena memutus perkara bertentangan dengan bukti-bukti otentik dalam persidangan, yang putusannya menolak gugatan wanprestasi yang diajukan pengusaha Tomy Winata terhadap PT Geria Wijaya Prestige (GWP)," kata Hamdan di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin (7/10).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini berharap, kasus tersebut dapat dituntaskan. Semua pihak diharapkan melihat berdasarkan bukti-bukti di persidangan.
"Nanti bagaimana putusan terakhir saya kira semua bisa menilai apa yang paling pantas. Saya kira itu," terang Hamdan.
Lebih lanjut Hamdan berharap karena yang menjadi korban adalah hakim, maka proses persidangan dapat berjalan secara bijaksana. "Itulah harapan kami, kami berharap ditugaskan dengan betul-betul bijak, fair dengan sungguh-sungguh menghormati prinsip praduga tidak bersalah itu," tukasnya.
Sebelumnya, peristiwa penganiayaan terhadap Hakim Sunarso terjadi pada 18 Juli 2019, saat Majelis Hakim Perkara No 223/2018 membacakan putusan yang menolak gugatan wan prestasi yang diajukan pengusaha Tomy Winata terhadap PT Geria Wijaya Prestige (GWP). Secara spontan, Desrizal mengeluarkan ikat pinggang yang kemudian memukul Hakim Sunarso.
Peristiwa itu pun membuat Tomy Winata angkat bicara. Melalui juru bicaranya, Tomy meminta maaf atas insiden itu.
"Oleh karena itu TW minta maaf kepada semua pihak khususnya pihak yang menjadi korban atas terjadinya hal tersebut. Kami pun heran apa yang menyebabkan dia gelap mata," ujar juru bicara TW, Hanna Lilies, dalam keterangannya, Jumat (19/7).
"Kami dan TW sangat terkejut saat diberi tahu tentang peristiwa pemukulan tadi siang dan kami sangat menyesalkan. Padahal selama ini yang kami tahu DA bukan termasuk orang yang temperamental," ungkapnya.
Tomy menyerahkan kasus ini kepada kepolisian. Dia meminta Desrizal mengikuti proses hukum yang ada. "Sehubungan dengan peristiwa tersebut TW sedang berusaha untuk mempercepat kepulangannya ke tanah air," pungkas Hanna.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
