alexametrics

Mau Terapkan New Normal, Indonesia Kembali Diminta Contoh Vietnam

19 Mei 2020, 15:31:32 WIB

JawaPos.com – Pemerintah masih menggodok kebijakan terkait penerapan new normal di Indonesia. Hal ini dilakukan agar masyarakat Indonesia dapat hidup di tengah pandemi Covid-19 dengan beberapa penyesuaian.

Akan tetapi, menurut Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira hal tersebut tidak bisa diterapkan Indonesia saat ini. Pasalnya, kurva kasus baru Covid-19 masih tinggi dan tidak menunjukkan perlambatan.

Maka dari itu, penerapan tersebut sama saja seperti membiarkan masyarakat terpapar virus. Padahal, virus pun belum tertangani dengan betul.

Ia pun mengatakan bahwa jika Indonesia mau menerapkan tatanan hidup new normal, pemerintah dan masyarakat harus berkaca kepada Vietnam. Dengan kasus kematian nol, Vietnam adalah negara yang layak dicontoh dalam penanganan Covid-19 dan penerapan hidup new normal.

Kondisi ini jelas berbeda dengan Indonesia yang hingga per 18 Mei 2020 hari ini sudah tercatat ada 1.148 orang yang meninggal akibat Covid-19.

“Beda dengan kasus di Vietnam, kurvanya di-flat-kan dulu. Yang meninggal 0, baru ada pelonggaraan-pelonggaran,” ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (19/5).

Pola new normal juga diragukan bisa terlaksana lantaran pemerintah sering mengubah kebijakan dengan dalih penyesuaian akibat pandemi Covid-19. Salah satunya adalah pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tidak ketat dan akhirnya percuma lantaran jumlah kasus positif yang terus bertambah.

“Sebelum ada pelonggaran pun karena tidak ketat. Penyebaran virusnya sudah ke mana-mana. Jadi kebijakan yang setengah-setengah tanpa ada indikator kesehatan yang jelas juga itu justru blunder bagi perekonomian, karena kita menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi,” tutupnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Saifan Zaking


Close Ads