
PT Jababeka mengaku tidak mengalami kerugian berarti atas musibah tsunami yang terjadi di Tanjung Lesung, Banten
JawaPos.com - PT Jababeka mengaku tidak mengalami kerugian berarti atas musibah tsunami yang terjadi di Tanjung Lesung, Banten. Kendatipun, kerusakan dari wilayah yang mereka kembangkan itu mencapai 30 persen.
"30 persen (bangunan) kurang lebih rusak, 70 persen tinggal dibersihkan, bisa diperbaiki tapi juga itu baru pandangan mata belum dihitung secara detail," ujar Direktur Utama PT Jababeka, Setyono Djuandi Darmono di Menara Batavia, Jakarta, Senin (24/12).
Alasan Darmono tak merasa rugi besar lantaran pihaknya adalah pengembang dan mencari uang dari operasional hotel atau cottage. Hotel menurutnya hanya lah alat promosi untuk menarik minat investor.
"Dibanding dengan total perencanaan Jababeka sebetulnya tutup pun tidak terlalu menjadi masalah secara keuangan. Jadi, ini tidak akan mempengaruhi kerugian total Jababeka," tuturnya.
Namun ia mengatakan, untuk membangun kembali 30 persen tempat penginapan yang rusak membutuhkan sekitar Rp 150 miliar. "Kalau itu mesti dibangun kembali gedung-gedung, mungkin perlu Rp 150 miliar kurang lebih, kalau mau dibangun kembali semua," tutur Darmono.
Sementara itu, Direktur Utama PT Banten West Java (BWJ) Poernomo Siswoprasetijo menjabarkan, setidaknya ada 61 cottage yang rusak. Berikut restoran dan meeting room akibat disapu tsunami.
Kerusakan materil lain masih dihitung mengingat musibah ini baru terjadi Sabtu (22/12) malam. "Kebetulan temboknya jebok, ada mobil yang terdorong kebawa air menghantam ke cottage, ada beberapa yang kena, mungkin 30 persen yang kena," jelasnya.
Untuk memulihkan lokasi wisata Tanjung Lesung dan mengembalikan minat wisatawan, katanya memerlukan waktu 1-2 bulan. "Asal bisa menangani dengan baik, apalagi Menpar (Menteri Pariwisata) sudah kirim tim krisis center, untuk penjelasan jalur wisata yang aman di mana, 1-2 bulan bisa," pungkas Poernomo.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
