
dr Terawan Agus Putranto
JawaPos.com – Para pasien dokter Terawan Agus Putranto geram mendengar kabar pemberhentian sementara Kepala RS Pusat Angkatan Darat /RSPAD Gatot Subroto itu dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Sebagaimana diketahui, dokter Terawan diberhentikan sementara dari keanggotaan IDI karena dianggap melakukan penyimpangan penyembuhan stroke dengan metode cuci otak.
Pemberhentian keanggotaan dokter Terawan inipun membuat pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agus Hermanto angkat bicara. Wakil Ketua DPR itu mengaku pernah menjadi pasien dokter Terawan.
Menurutnya, IDI salah telah memberhentikan keanggotaan dokter Terawan. Agus menuturkan, sang dokter telah banyak menolong pasien stroke, dengan metode yang dianggap menyimpang itu.
“Bahwa Terawan ini sudah banyak pasien yang ditolong dan ditolong. Menurut saya Terawan dapat penghargaan,” ujar Agus Hermanto di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/5).
Lebih lanjut politikus Partai Demokrat itu mengatakan, IDI harusnya memberikan klarifikasi mengenai pemberhentian keanggotaan dokter Terawan. Sehingga, tidak ada polemik yang berkembang di masyarakat.
Sebab, buktinya banyak pasien yang berhasil disembuhkan melalui pengobatan dokter Terawan ini.
“Sehingga IDI harus memberikan klarifikasi yang jelas,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.
Menurut Agus yang pernah menjadi pasien dokter Terawan, dokter berpangkat Mayor Jenderal TNI itu memiliki kemampuan yang berbeda dari dokter pada umumnya. Sehingga tutur Agus, memang sudah sepantasnya Terawan mendapatkan penghargaan, dan bukannya malah dipecat dan dikeluarkan keanggotaanya dari IDI.
“Dokter Terawan mempunyai kemampuan unggul di nasional, di dunia ini juga merupakan penemuan yang hebat,” pungkasnya.
Sekadar informasi, pemecatan sementara Terawan Agus Putranto oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus saja dibicarakan. Dia dipecat sementara selama 12 bulan, terhitung sejak 25 Februari 2018 lalu.
IDI juga diketahui telah mencabut izin praktik dokter Terawan, karena dianggap melakukan pelanggaran etik yang berat, yakni metode cuci otak. Metode cuci otak dengan Digital Substracion Angiography (DSA) diklaim bisa membersihkan penyumbatan darah menuju otak.
Metode yang menjadi primadona para penderita stroke. Namun, dianggap konyol oleh para dokter ahli saraf. Dalam selembar surat keputusan dengan nomor 009770/BP/MKEK/03/2018 yang tersebar, MKEK PB IDI memutuskan pemecatan sementara atas nama dokter Terawan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
