
Menkes RI Nila Djuwita F Moeloek mengaku tak paham metode pengobatan dr Terawan untuk pasien stroke, yaitu metode cuci otak.
JawaPos.com – Pemberhentian sementara dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menuai reaksi para pasien. Mereka menganggap metode pengobatan yang dilakukan dr Terawan tidak menyimpang, seperti kata Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI.
Mengenai metode ‘cuci otak’ dalam pengobatan stroke ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita Farid Moeloek mengatakan, memang metode Digital Substracion Angiography (DSA) tersebut perlu penelitian ilmiah agar tidak menimbulkan polemik.
"Memang inovasi banyak (di kedokteran). Tetapi harus dibuktikan dengan penelitian, tentunya hal yang menyangkut kepentingan manusia," ujar Nila di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (5/4).
Namun demikian, Nila mengaku tidak paham dengan metode yang dilakukan oleh Terawan tersebut. Dia lebih memilih menyerahkan kepada yang lebih ahli di bidang ini.
"Saya kebetulan bukan profesi, jadi saya nggak tahu lebih dalam. Saya ahli mata. Tidak ada hubungannya dengan DSA," katanya.
Nila berharap, polemik pemecatan dr Terawan dengan MKEK bisa cepat selesai di internal, sehingga masalah ini tidak menjadi berlarut-larut. "Tentu mengharapkan diselesaikan secara internal dulu dan ada solusi yang dapat diambil," pungkasnya.
Sekadar informasi, pemecatan sementara Terawan Agus Putranto oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus saja dibicarakan. Dia dipecat sementara selama 12 bulan, terhitung sejak 25 Februari 2018 lalu.
IDI juga diketahui telah mencabut izin praktik dokter Terawan karena dianggap melakukan pelanggaran etik yang berat, yakni metode cuci otak. Metode cuci otak dengan Digital Substracion Angiography (DSA) diklaim bisa membersihkan penyumbatan darah menuju otak.
Metode ini menjadi primadona para penderita stroke. Namun, dianggap konyol oleh para dokter ahli saraf. Dalam selembar surat keputusan dengan nomor 009770/BP/MKEK/03/2018 yang tersebar, MKEK PB IDI memutuskan pemecatan sementara atas nama dokter Terawan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
