
LIDAH API: Aktivitas Gunung Semeru beberapa saat setelah erupsi Sabtu malam (16/1), terpantau dari Oro Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. (SUGIIRI/JAWA POS RADAR JEMBER)
Photo
BERATAP DEBU VULKANIS: Kawasan permukiman warga Dusun Tawon Songo, Pasrujambe, Lumajang, yang terdampak pasir dan debu vulkanis Semeru kemarin (17/1). Sebanyak 19 desa di enam kecamatan diguyur abu vulkanis. (ATIEOSON MAR IQBAL/JAWA POS RADAR JEMBER)
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperkirakan belum ada luncuran awan panas susulan dari kawah Semeru. Meski begitu, Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani mengungkapkan, tetap ada potensi guguran awan panas. ”Kami pantau terus secara intensif dari pos pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur–Candipuro,” jelas Nia kemarin (17/1).
Baca juga: Semeru Muntahkan Awan Panas, Status Gunung Waspada
Hingga kemarin, mayoritas guguran berpotensi mengarah ke Besuk Kobokan. PVMBG menyatakan status Gunung Semeru masih berada dalam level II atau waspada. Penetapan status tersebut didasarkan pada hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya.
PVMBG juga memastikan bahwa potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Semeru adalah lontaran batuan pijar di sekitar puncak. Material lontaran yang berukuran abu dapat tersebar lebih jauh, bergantung arah dan kecepatan angin.
Potensi ancaman bahaya lainnya berupa awan panas guguran dan guguran batuan dari kubah/ujung lidah lava ke sektor tenggara dan selatan dari puncak. Bila hujan turun, dapat terjadi lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak.
Aktivitas vulkanis yang mengkhawatirkan juga terjadi di Gunung Merapi. Berdasar data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar 36 kali dengan jarak luncur maksimum 1,5 kilometer ke barat daya. Data luncuran tersebut didapatkan berdasar pemantauan kemarin (17/1) pukul 00.00 hingga 06.00.
Selama periode pengamatan itu, Merapi juga mengalami 43 kali gempa guguran. Pada pengamatan kemarin mulai pukul 12 siang hingga 6 sore, tidak ada lava pijar yang teramati keluar dari puncak Merapi. BPPTKG menyatakan, ancaman dan potensi daerah bahaya mengalami perubahan, yakni di sepanjang alur sungai di sisi barat daya.
Baca juga: Kantor Gubernur Sulbar Ambruk, Evakuasi Korban Gempa Mamuju Pakai Heli
Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan, perubahan potensi ancaman maupun daerah bahaya itu membuat pihaknya memperbarui rekomendasi bahaya Merapi. Di sisi lain, perubahan tersebut mengindikasikan masyarakat yang berada di luar potensi ancaman maupun daerah bahaya diperbolehkan pulang. Meski demikian, Agus meminta masyarakat di luar wilayah bahaya tidak lalai. Sebab, kondisi Merapi masih bisa berubah sewaktu-waktu. ”Masyarakat harus menyesuaikan diri dengan perkembangan aktivitas vulkanis Gunung Merapi,” katanya seperti dilansir Jawa Pos Radar Jogja.
Agus menjelaskan, bila terjadi letusan, lontaran material vulkanis dapat menjangkau hingga radius 3 kilometer dari puncak. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Biwara Yuswantana mengatakan, hingga kemarin belum ada kebijakan baru dari BPBD DIJ. Khususnya untuk memulangkan warga yang mengungsi di sekitar Gunung Merapi. Pihaknya akan memantau terlebih dahulu perkembangan aktivitas Merapi dalam empat hari ke depan. ”Ada 328 pengungsi, masih diminta untuk tetap bertahan di barak pengungsian Glagaharjo,” jelasnya.
Sementara itu, Jawa Pos Radar Solo melaporkan, 241 warga masih bertahan di Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Warga rela meninggalkan tempat tinggalnya agar aman bila sewaktu-waktu erupsi Merapi mengarah ke wilayah mereka.
Longsor di Sumedang, Banjir di Manado
Banjir dan tanah longsor kembali terjadi. Kali ini di Kota Manado. Lima orang dilaporkan meninggal. Tinggi muka air di beberapa tempat bahkan mencapai 3 meter.
Hujan dengan intensitas tinggi dilaporkan terjadi sejak Sabtu (16/1) pukul 15.09 Wita. Air menggenangi sejumlah kecamatan. Beberapa tempat dengan struktur tanah yang labil mengalami longsor. Hingga berita ini ditulis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat ada lima orang yang meninggal. Satu orang lainnya masih dalam pencarian. Bencana tersebut juga mengakibatkan 500 jiwa mengungsi.
Menurut Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB, 2 rumah rusak berat dan 10 lainnya rusak sedang. BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado melakukan kaji cepat dan evakuasi bersama tim SAR, TNI/Polri, masyarakat, dan relawan. ”BPBD Kota Manado memantau banjir saat ini (Minggu, 17/1) berangsur surut,” kata Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati kemarin.
Hingga pukul 12.53 WIB kemarin, BNPB mencatat 29 korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, pada 9 Januari lalu. Sementara itu, sebelas orang lainnya masih berada dalam pencarian. Tim SAR gabungan kembali menemukan 1 korban meninggal dan 1 orang yang dinyatakan hilang akibat longsor. ”Adapun korban luka ringan 22 orang dan luka berat 3 orang,” terang Raditya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/GW8esy_KOb4

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
