
Ilustrasi Gunung Semeru erupsi. (PVMBG/Antara)
JawaPos.com - Gunung Semeru yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Jumat (19/6) pagi, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami erupsi yang disertai awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai sekitar 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyampaikan bahwa letusan terjadi pada pukul 07.21 WIB. "Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada Jumat pukul 07.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Mukdas.
Menurutnya, kolom abu yang muncul saat erupsi tampak berwarna putih hingga kelabu dengan ketebalan cukup tinggi dan bergerak menuju arah utara serta barat laut. Aktivitas tersebut tercatat pada alat pemantau kegempaan dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih lima menit 33 detik.
Baca Juga:Kenaikan Harga Harusnya Tak Berdampak Besar, Kepala Bakom Qodari: hanya 5 Persen Ojol Pakai Pertamax
"Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan," tuturnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, Gunung Semeru tercatat mengalami enam kali erupsi sepanjang Jumat pagi. Tinggi kolom letusan yang teramati bervariasi, mulai dari 700 meter hingga mencapai 1.000 meter di atas puncak.
Mukdas mengatakan status aktivitas Gunung Semeru hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Sejalan dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan guna mengurangi risiko terdampak aktivitas vulkanik.
Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Selain kawasan tersebut, warga juga diminta menghindari aktivitas di area sempadan sungai dengan jarak 500 meter dari tepi aliran Besuk Kobokan. Wilayah itu dinilai berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.
Masyarakat juga diminta tidak memasuki area dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak gunung karena masih berpotensi terkena lontaran material pijar.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
