
Dokter Lula Kamal
JawaPos.com - Siapa tak kenal sosok Lula Kamal, seorang dokter cantik yang juga berprofesi sebagai artis dan presenter. Lula sangat fokus di bidang kesehatan dan isu sosial, terutama dalam kampanye antinarkoba dan adiksi, pola bersih hidup dan sehat, serta berbagai penyakit menular lainnya.
Di Hari Pahlawan, Lula memiliki pahlawan super yang selalu dikaguminya di dalam hidupnya. Lula mengaku tak akan berhasil berdiri tegak sampai seperti saat ini jika tak ada sosok pahlawan itu di dalam hidupnya. Pahlawan bagi Lula Kamal adalah ibunya, Alwiyah Bawazier.
"Tentu pahlawan saya adalah ibu saya karena ibu saya itu agak beda saja dari ibu lainnya. Saya belajar banyak dari ibu saya," kata Lula kepada JawaPos.com.
Perempuan yang ikut None Jakarta tahun 1990 ini mengungkapkan, sosok ibunya juga seorang dokter dan kini sudah berusia 82 tahun. Saking kagumnya pada ibunya, Lula bahkan selalu bercita-cita seperti ibunya sejak dulu.
"Setiap ditanya nanti mau jadi apa, saya mau jadi seperti ibu saya. Tapi bisa enggak, ya?" ungkap Lula.
Ternyata, kekaguman Lula kepada sang ibu karena ibundanya adalah seorang kutu buku. Apapun selalu dibacanya dari mulai buku favorit hingga bermacam buku lainnya, yang tak ada kaitannya dengan dunia kesehatan.
"Ibu saya itu gila baca. Meski dokter juga, tetapi bacaannya random. Sampai cara beternak lele juga dibaca. Semua pasti dibaca. Hanya ingin tahu saja katanya, knowingnya begitu tinggi," kata Lula.
Meski di usia senja dan terhalang katarak, hal itu tak meruntuhkan semangat sang ibunda untuk tetap membaca. Segala media digunakan untuk membaca setiap lembaran buku dari mulai kaca pembesar hingga membaca di tempat terang.
"Tak hanya membaca, tetapi ibu juga suka merajut. Televisi itu hanya menemaninya saja, tetapi matanya tertuju pada kain rajutan. Saya saja di usia seperti saat ini, tak bisa seperti ibu saya di usianya dulu sama seperti saya," katanya tertawa.
Lula juga mencontohkan berbagai peristiwa heroik yang dilakukan ibunya untuk anak-anaknya. Bagi ibunda, tak ada kata tidak bisa, jika itu memang ditujukan untuk kebahagiaan anak-anaknya.
"Selalu ada buat kami, itu always ya. Meski demikian kami berenam tahu diri. Tetapi jika kami meminta ilmu, pasti tak ada habisnya untuk kami," tuturnya.
Dari semua cerita kekaguman Lula kepada ibunya, Lula menyarankan anak muda sekarang untuk memaknai Hari Pahlawan bukan hanya berhubungan dengan perang saja. Pahlawan adalah seorang guru. Sama seperti guru mengaji yang mengajari Lula dengan benar atau guru di sekolah yang mendidik siswa.
"Pahlawan bagi saya adalah sosok yang mampu mengajarkan sesuatu dari gelap dan mengubahnya menjadi terang," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
