Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Oktober 2017 | 07.30 WIB

Di Hadapan Santri dan Ulama, Jokowi Curhat Soal Kejamnya Medsos

Presiden Jokoi Widodo saat memberikan pemahaman soal bahaya medsos kepada santri di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Selasa (17/10). - Image

Presiden Jokoi Widodo saat memberikan pemahaman soal bahaya medsos kepada santri di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Selasa (17/10).

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata punya penilaian sendiri terhadap media sosial (medsos). Menurut Mantan Wali kota Solo itu, medsos di negaranya sangat kejam.


Hal ini terungkap ketika presiden yang akrab disapa Jokowi memberikan pemahaman soal bahaya medsos kepada santri di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Selasa (17/10).


Dalam forum Rapat Koordinasi Nasional Pondok Pesantren Muhammadiyah tersebut, Jokowi yang dikenal aktif menggunakan media sosial itu menceritakan, bahwa penyebaran kabar bohong dan fitnah di medsos tidak hanya terjadi di Indonesia.


Di negara lain, seorang kepala negara yang pernah dia temui menyebutkan bahwa di negaranya media mainstream bisa dikuasai, namun media sosial tidak bisa dikendalikan.


Kepala negara yang tidak disebutkan namanya itu pun bertanya kepada Jokowi tentang aktivitas medsos di Indonesia. “Bertanya kepada saya, bagaimana di Indonesia? Kalau di Indonesia media sosial kejam banget,” kata mantan Gubernur DKI itu.


Presiden pun memberikan contoh bagaimana sebuah foto hasil rekayasa beredar di media sosial dengan sangat cepat. Dalam foto itu, terpampang foto D.N. Aidit dan dirinya pada tahun 1955.


“Saya tahun 1955 belum lahir. Kalau orang tidak bisa menyaring kan bisa percaya. Ini maunya apa? Maunya membangun informasi yang dikelirukan,” sesal presiden.


Oleh karena itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang beredar di medsos. Mengingat saat ini, informasi yang beredar sangatlah beragam, baik yang positif maupun negatif.


“Ini yang harus diwaspadai. Media sosial kalau tidak bisa kita screening akan memengaruhi anak-anak kita,” kata Jokowi mengingatkan.


Diketahui, turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore