
Wali Kota Surabaya, Tri Rimsaharini
JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) Tri Rismaharini mengatakan, bekerja untuk rakyat tidak bisa dengan mental merasa jadi pejabat, namun harus dengan hati yang melayani.
Pernyataan tegas tersebut ia lontarkan dalam rembuk nasional Gerakan Indonesia Bersih (BIB) (26/8) yang dihadiri oleh pejabat dari pemerintah pusat dan daerah, di Surakarta, Jawa Tengah yang digelar oleh Kemenko PMK.
Risma sendiri juga membagikan invoasi pelayanan publik apa saja yang diterapkan di Kota Surabaya, terutama yang berkaitan dengan Gerakan Indonesia Bersih.
Program-program yang telah berjalan meliputi e-Health, e-Farming, dan community clean up. Tak hanya itu, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Surabaya kini sudah menghasilkan listrik 2 megawatt dan diharapkan bisa meningkat di tahun 2018.
Gerakan bersih dalam bentuk sinergi taman kota dan penggunaan kompos juga berhasil menurunkan suhu di Kota Surabaya, dari 34 derajat celcius menjadi 32 derajat celcius.
Terobosan-terobosan ini mengantarkan Surabaya pada berbagai macam bentuk penghargaan. Salah satunya adalah penghargaan Resilient City untuk Surabaya, dan Residential Property Index yang terus mengalami peningkatan sejak tahun 2008-2016.
Gebrakan Kota Surabaya juga membawa mereka dalam penghargaan Top 40 Inovasi Publik Terbaik 2017 yang diadakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani.
“Jangan jadikan dana sebagai alasan. Kalau begitu terus, tidak akan maju-maju. Jadikan warga di kota sebagai pelaku-pelaku perubahan. Jangan jadikan rakyat sebagai penonton,” ungkapnya.
Gagasan yang dinyatakan oleh Risma ini sejalan dengan arahan yang diberikan oleh Menko PMK. Dalam arahannya di Pembukaan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental, Puan mengatakan, bahwa pelayanan publik harus menjadi garda terdepan revolusi mental sehingga bisa mendukung masyarakat yang berdaya.
“Para pelayan publik dulu yang harus memberi contoh, dan harus bisa jadi tauladan,” ungkapnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com.
Rembuk Nasional dan Workshop Pekan Kerja Nyata dilaksanakan di hari kedua Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental.
Pembagian rembuk didasari pada lima gerakan turunan Revolusi Mental, yaitu Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Mandiri, Gerakan Indonesia Bersatu, Gerakan Indonesia Bersih, dan Gerakan Indonesia Tertib.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
