Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Januari 2017 | 16.45 WIB

Pengumuman! Dikti Kekurangan 38 Ribu Dosen

Mohamad Nasir - Image

Mohamad Nasir

JawaPos.com - Kementerian Riset, Teknologi (Ristek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti) terus membenahi Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Menteri Ristek dan Dikti Mohamad Nasir menyebutkan, salah satu masalah yang dihadapi PTS adalah keterbatasan dosen.

Untuk mengatasi hal itu, Kementerian Ristek dan Dikti mempersiapkan pendidikan untuk dosen. ”Program pendidikan dosen untuk meningkatkan SDM. Program ini untuk dosen S1 menjadi S2,” ujar Mohamad Nasir usai mengikuti Rakor dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), di kantornya, di Jakarta, Senin (23/1).

Menurut Nasir, perguruan tinggi (Dikti) kekurangan 38 ribu dosen. Tertinggi ditempati Dikti bidang Kesehatan, yang meliputi program studi (Prodi) keperawatan, kebidanan dan gizi. ”Kekurangan dosen ini disebabkan jumlah penyelenggaraan pendidikan program S2 tumbuhnya tidak sesuai dengan jumlah permintaan,” jelas Nasir.

Lebih jauh Nasir menjelaskan, untuk memenuhi rasio pihaknya akan memberikan mandat ke beberapa Perguruan Tinggi (PT) untuk menyelenggarakan pendidikan program S2. Pasalnya jumlah dosen S1 masih cukup tinggi. Program tersebut berdasarkan kredibilitas PT.

”Jadi tidak hanya PTN, tapi PTS pun bisa menyelenggarakan. Asalkan kredibilitas PTS oke. Hingga saat ini sudah ada 15 PTS yang mengajukan,” katanya.

Menurutnya, pemenuhan rasio dosen PT bisa diambil dari industri. Pada akhir 2017 rasio dosen dan mahasiswa mencapai 1:70. Rasio tersebut naik dari sebelumnya yang hanya mencapai 1:300. Kendati demikian, ditegaskan Nasir rasio tersebut belum ideal. ”Untuk rasio itu idealnya 1:40,” ucap Nasir.

Nasir menambahkan, jumlah dosen di Indonesia saat ini 250 ribu dengan jumlah mahasiswa mencapai 7 juta. Penurunan angka rasio dosen disebabkan meningkatnya jumlah mahasiswa. Pasalnya, penambahan tersebut bisa dua kali lipat. ”Jumlah mahasiswa naik terus, kalau tidak diimbangi peningkatan jumlah dosen bisa njomplang,” tegasnya. (nas/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore