Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Januari 2021 | 17.29 WIB

Semeru Muntahkan Awan Panas, Status Gunung Waspada

Gunung Semeru meluncurkan awan panas guguran sejauh empat kilometer pada Sabtu (16/1) pukul 17.24 WIB. Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur/Antara - Image

Gunung Semeru meluncurkan awan panas guguran sejauh empat kilometer pada Sabtu (16/1) pukul 17.24 WIB. Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur/Antara

JawaPos.com - Gunung Semeru menggeliat. Kemarin sore terjadi awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer.

Aninul Qureh, warga Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, menyatakan, warga yang melihat asap tersebut langsung menghentikan aktivitas. Mereka melarikan diri ke tempat yang lebih aman. ”Gumpalan asap ini mengarah ke utara dan timur,” ucapnya dilansir Radar Jember.

Menurut dia, gumpalan asap yang terlihat kemarin lebih parah daripada kejadian 1 Desember tahun lalu. Meski demikian, warga setempat tidak mendengar adanya letusan dari Gunung Semeru. Warga kini siaga jika terjadi letusan yang lebih besar. ”Pasti khawatir. Takut letusannya lebih besar,” imbuhnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Dwi Leksana Indra Wibowo Leksana menyatakan, muntahan lahar panas tersebut tidak sampai ke permukiman warga.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyatakan, guguran awan panas terjadi di sekitar Sumber Mujur dan Curah Kobokan. Mengenai status gunung, saat ini Gunung Semeru masih berada pada level II atau waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut. ”Masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Kobokan dan sekitarnya agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.

Baca juga: Dua Kali Saya ke Sini karena Ingin Tahu Saja

Khusus masyarakat di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Curah Kobokan, kata dia, diminta agar tetap waspada menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi. Sebab, hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://youtu.be/GW8esy_KOb4

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore