Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Oktober 2019 | 03.56 WIB

Jadi Rebutan Partai, Menteri ESDM Harus Dari Kalangan Profesional

Presiden Joko Widodo (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Presiden Joko Widodo (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Institute for Essential Services Reform (IESR) mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak menyerahkan kursi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada politisi. Menurut IESR, jabatan tersebut sebaiknya sebaiknya diemban oleh sosok dari kalangan profesional.

"Harus dipimpin oleh profesional, jangan politisi. Kalau politisi nanti bakal menjadi rebutan partai," ungkap Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa kepada JawaPos.com, Rabu (16/10).

Sektor ESDM, sambung Fabby, identik dengan sumber daya alam (SDA) untuk kesejahteraan masyarakat. Tak hanya itu, ESDM juga terkait dengan perizinan dan investasi. "Jadi ESDM ini harus dijauhkan dari kepentingan politik," pungkas Fabby.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Komaidi Notonegoro menuturkan, Jokowi harus memilih sosok yang tepat untuk jabatan Menteri ESDM. Figur tersebut tentunya juga harus mengerti persoalan energi dan turunannya serta diterima secara politik.

Namun, Komaidi pesimis Menteri ESDM pada kabinet Jokowi yang kedua bakal diisi profesional yang dapat diterima secara politik. "Biasanya yang tahu masalah ESDM itu profesional, tetapi tidak diterima secara politik. Dulu Pak Purnomo (Yusgiantoro, Red) oke, secara subtansi oke, secara politik bisa diterima," kata Komaidi.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore