
TINDAKAN PREVENTIF: Petugas menyemprotkan disinfektan pada bus dari Bangkalan yang melintasi Jembatan Suramadu. Penyekatan kini makin diintensifkan. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com – Perayaan Idul Adha memang kurang sebulan lagi. Namun, sejak saat ini, pemkot meningkatkan kewaspadaan. Sebab, persebaran virus SARS-CoV-2 di metropolis terus meluas. Lonjakan kasus Covid-19 terlihat dari data lawancovid-19.surabaya.go.id. Jumlah pasien yang dirawat meningkat.
Contohnya, akhir bulan lalu, tepatnya pada 31 Mei. Jumlah pasien yang menjalani perawatan mencapai 129 orang. Selang lima hari, tepatnya 5 Juni, data kembali bertambah. Jumlah pasien yang dirawat mengalami kenaikan. Yakni, 143 orang. Nah, saat ini total ada 171 pasien.
Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Irvan Widyanto menuturkan, pemkot terus berupaya membendung virus korona. Perhatian itu semakin ditingkatkan menjelang Idul Adha. ”Jika tidak diantisipasi, bisa terus bertambah,” katanya.
Dari telaah pemkot, potensi lonjakan kasus Covid-19 bisa seketika terjadi. Faktor pertama, tingkat kedisiplinan warga mulai kendur.
Tidak sedikit warga yang terjaring penindakan lantaran tidak memakai masker. Faktor kedua, kerumunan. Saat ini pemkot mulai membuka tempat-tempat ekonomi. Salah satunya, rekreasi dan hiburan umum (RHU). Tempat hiburan itu bisa beroperasi dengan batasan jam. Maksimal pukul 22.00. Penyebab lain adalah tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Pemkot tentu harus meningkatkan pengawasan. Sebab, Bangkalan dan Surabaya hanya dipisahkan Jembatan Suramadu.
Irvan menyatakan, penyekatan tetap dipertahankan. Bahkan diperketat. Sebelumnya, petugas berjaga hingga tengah malam. ”Sekarang 24 jam dijaga terus. Ada empat sampai lima sif penjagaan,” jelasnya.
Penyekatan itu berjalan sejak minggu lalu. Tepatnya selama delapan hari. Berdasar data, sekitar 17 ribu pengendara menjalani rapid test antigen. Hasilnya, 142 orang dinyatakan positif terpapar Covid-19.
Diperkirakan, jumlah pengendara yang melintas bertambah. Sebab, bulan depan ada perayaan Idul Adha. Pada hari besar agama Islam tersebut, biasanya mayoritas warga Madura pulang kampung atau kerap disebut toron.
Tradisi toron harus menjadi perhatian pemkot. Sebab, tidak sedikit warga Pulau Garam yang menetap di Surabaya. Ketika pulang, mereka bisa saja terpapar Covid-19. Sejurus kemudian, mereka kembali ke Surabaya.
Menurut Irvan, pemkot telah menghelat pertemuan. Salah satu topik bahasan adalah toron. Untuk membendung Covid-19, langkah pengetatan dilakukan. ”Penjagaan di batas kota diperketat,” tegasnya.
Sejatinya, sesuai dengan aturan, warga yang baru saja bepergian ke luar kota wajib menjalani pengecekan kesehatan. Yaitu, di-swab. Jadi, ketika masuk ke Surabaya, warga dipastikan tidak terpapar Covid-19.
Langkah lain, melibatkan warga. Peran kampung tangguh sangat dibutuhkan. Satgas mandiri diminta mendata warga yang baru saja bepergian.
Kasatpol PP Eddy Christijanto menjelaskan, seluruh kecamatan dan kelurahan saat ini diminta memelototi kos-kosan. Pendataan dilakukan. Setelah itu, seluruh penghuni menjalani uji usap. ”Karena mobilitas mereka tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: Pura-Pura Berkongsi, Pakai 77 Invoice Palsu, Kredit Cair Rp 65 M
Selain itu, PKL menjadi sasaran uji usap. Minggu (13/6) pemkot melakukan uji usap mendadak. Ada empat lokasi yang disasar. Empat lokasi sasaran tersebut adalah PKL di sekitar RSUD dr Soetomo dan Sentra PKL Hokky, pedagang di sekitar Terminal Petojo, penjual di wilayah RSUD dr M. Soewandhie, serta PKL di seputaran Sentra PKL Kalianget. Ada 96 pedagang mengikuti uji usap. ”Kami masih menunggu hasilnya,” tandasnya.
LANGKAH MEMBENDUNG VIRUS
- Jumlah petugas di Suramadu ditambah.
- Ada lima sif penjagaan. Mereka bertugas selama 24 jam.
- Dalam sehari, 2.000 pengendara mengikuti rapid test antigen.
- Sampai saat ini, 17 ribu pengendara telah dites.
- Sebanyak 142 orang terkonfirmasi positif Covid-19.
- Penguatan kampung tangguh.
- Uji usap menyasar kos-kosan.
- Uji usap PKL di sejumlah titik. Di antaranya, PKL Hokky, Kalianget, Terminal Petojo, serta RSUD dr M. Soewandhie. Sebanyak 96 pedagang menjalani uji usap.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
