
vWarga melintas didepan mural bertema Covid-19 di Jakarta, Selasa (23/11/2021). Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Untuk membatasi mobilitas masyar
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, kabar baik soal tren kasus pandemi Covid-19 di DKI Jakarta. Menurutnya, ibu kota saat ini menunjukkan tanda-tanda mulai melewati puncak kasus Covid-19, baik kasus harian, kasus aktif, maupun rawat inap mulai menunjukkan penurunan.
Sebaliknya, peningkatan kasus Covid-19 mulai terjadi di Jogjakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Namun angka kenaikannya pun masih di bawah puncak Delta. Sehingga, masyarakat tetap tidak boleh menganggap ringan virus Covid-19.
“Tidak hanya kasus, jumlah rawat inap rumah sakit di provinsi Jawa - Bali sebagian besar masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan Delta. Namun jangan juga berfikir pemerintah menganggap enteng, kita harus tetap berhati-hati menghadapi Omicron ini,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (14/2).
Luhut memaparkan, angka keterisian tempat tidak atau Bed Occupancy Ratio (BOR) yang dipublikasikan oleh pemerintah sebenarnya belum mencerminkan kapasitas maksimum. Misalnya, tempat tidur yang disiapkan di Jawa - Bali hari ini hanya sekitar 55 ribu namun terisi 21 ribu tempat tidur. Sehingga, BOR saat ini di angka 39 persen.
“Bila menggunakan kapasitas maksimal diangka 87 ribu tempat tidur seperti saat Delta, maka BOR hari ini di Jawa Bali hanya terisi sekitar 25 persen saja. Angka ini masih jauh di bawah standar memadai WHO, yakni sebesar 60 persen,” tuturnya.
Luhut melanjutkan, terkendalinya Covid-19 juga terlihat dari terkait tingkat kematian. Berdasarkan tingkat kasus harian, pada 13 Februari lalu sebanyak 44 ribu kasus. Jika dibandingkan dengan tingkat kematian harian pada periode Delta mencapai lebih dari 1000 kematian per hari.
Dengan data-data tersebut, Luhut meminta masyarakat tidak perlu terlalu panik ketika kasus naik cukup tinggi atau ketika disekitar kita mulai banyak orang-orang terdekat yang terkena infeksi dari varian ini.
Luhut menambahkan, untuk memberikan kekebalan menghadapi gelombang Omicron ini, Pemerintah terus mengejar target vaksinasi dosis kedua terutama untuk Lansia. Saat ini masih terdapat 15 Kabupaten Kota di Jawa Bali yang tidak mencapai target 50 persen umum dan 17 Kabupaten Kota untuk 40 persen Lansia.
“Pemerintah akan memperpanjang masa transisi hingga 2 minggu ke depan bagi daerah yang belum mencapai target tersebut,” pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
