alexametrics

Baru Berlangsung 2 Hari Pembukaan Sekolah, Muncul 6 Klaster Covid-19  

12 Agustus 2020, 17:41:58 WIB

JawaPos.com – Pada Jumat (7/8) pekan kemarin, melalui revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, sekolah yang berada di zona hijau dan kuning diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Namun, baru pelaksanaan beberapa hari saja, telah ada klaster baru yang bermunculan. Berdasarkan catatan @LaporCOVID19, ada 6 klaster penyebaran Covid-19 di sekolah.

“Saat KBM tatap muka dimulai, bermunculan klaster-klaster baru penularan Covid dari Sekolah dari berbagai daerah. Konsekuensi serius dari kebijakan @Kemdikbud_RI !! Apa tindakanmu Kak @Nadiem_Makarim ?,” tulis @LaporCOVID19 di Twitter yang dikutip JawaPos.com, Rabu (12/8).

 

Baca juga: Kemendikbud: Pemda yang Bertanggungjawab Penyebaran Klaster Covid-19

 

Adapun, berikut catatan 6 klaster baru di sekolah adalah sebagai berikut

 

  1. Klaster Sekolah Tulungagung

 

Siswa berumur 9 tahun warga Kecamatan Pagerwojo diduga tertular dari ayahnya yang hasilnya reaktif ketika dites cepat (rapid test).

 

  1. Klaster Sekolah Kalimantan Barat (Kalbar)

 

14 siswa dan 8 guru di Provinsi Kalbar terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka dari:

SMA 1 Ketapang

SMA 1 Ngabang

SMA 1 Pontianak

SMPN 1 Pontianak

SMAN 2

SMAN 3

 

  1. Klaster Sekolah Tegal

 

Siswa SD dari Kecamatan Pangkah, Tegal, tertular dari kakeknya dan potensial menulari guru dan teman sekelasnya yg sempat mengikuti KBM tatap muka di sekolah.

 

  1. Klaster Sekolah Sumedang

 

Pelajar berusia 6 tahun Kecamatan Situraja dab pelajar umur 9 tahub dari Kecamatan Sumedang Utara tertular pedagang Pasar Situraja, saat perjalanan ke dan dari sekolah.

 

  1. Klaster Sekolah Pati

 

26 santri Pondok Pesantren di Kajen, Kec Margoyoso, Pati dinyatakan positif Covid-19.

 

  1. Klaster Sekolah Balikpapan

 

Dari seorang guru yang positif Covid-19 menulari 28 orang guru dan pegawai sekolah, di 1 SD dan 1 SMP, termasuk batita perempuan 2 tahun, per 6 Agustus 2020 kemudian menulari 17 orang.

 

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, jika suatu kondisi wilayah yang berada di zona hijau Covid-19 makin memburuk akibat pelaksanaan pembelajaran tatap muka, maka kegiatan tersebut akan dihentikan.

 

“Zona yang sudah hijau jika kondisinya memburuk setelah dibuka pembelajaran tatap muka maka pembelajaran tatap muka harus segera dihentikan dan prosesnya kembali lagi ke awal,” ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (7/8). (*)

 

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads