alexametrics

Amien Rais: Kalau Saya Tak Mendahului Takdir, Jokowi akan Pilih Listyo

12 Januari 2021, 10:24:21 WIB

JawaPos.com – Politikus Partai Ummat Amien Rais meyakini Kabaresrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bakal menjadi Kapolri baru menggantikan Jenderal Pol Idham Azis yang sudah masuk masa purna bakti. Menurut Amien Rais, memang banyak beredar nama calon pucuk pimpinan di Korps Bhayangkara tersebut. Namun dia yakin Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal memilih Listyo Sigit.

“Kita tahu akan ada Kapolri baru dan banyak spekulasi nama-nama beredar. Ada tujuh, sekarang tinggal tiga. Kalau saya tidak mendahului takdir, saya yakin akan dipilih Pak Jokowi yaitu Kabareskrim sekarang ini yaitu Pak Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo,” ujar Amien Rais dalam akun YouTube miliknya, Selasa (12/1).

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, Presiden Jokowi sangat nyaman dengan Listyo Sigit. Sehingga Listyolah yang menurut Amien mempunyai peluang paling besar menjadi Kapolri.

“Kalau sampai tidak, enggak apa-apa, saya malah senang. Tapi, ini adalah yang paling nyaman, yang paling aman, dan yang paling cocok dengan Pak Jokowi,” katanya.

Amien menambahkan, nantinya Presiden Jokowi bakal mengirimkan nama ke DPR. Setelah itu para anggota dewan tinggal melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

“Kalau saya keliru enggak apa-apa. Tapi saya yakin ini yang akan dipilih dan DPR tinggal sami’na wa ato’na,” pungkasnya.

Diketahui, Kompolnas telah menyerahkan lima nama calon Kapolri kepada Presiden Jokowi sejak Kamis (7/1). Ketua Kompolnas Mahfud MD memaparkan, kelima calon penerus kepemimpinan Jenderal Pol Idham Azis, seluruhnya menyandang bintang tiga.

Nama-nama tersebut adalah Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafly Amar, serta Kepala Bareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. Kemudian, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, serta Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Adapun nantinya Presiden Jokowi akan memilih nama calon tunggal Kapolri untuk diserahkan ke DPR. Setelah itu, kandidat pilihan Presiden akan mengikuti fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan di DPR. DPR punya tenggat waktu 20 hari sejak Surat Presiden diterima untuk memutuskan setuju atau tidak atas pencalonan kandidat.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono


Close Ads