
DPR RI
JawaPos.com - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mengingatkan hal penting terkait pelaksanaan program Vaksinasi Gotong Royong Individu yang dijalankan BUMN farmasi melalui PT Kimia Farma Tbk. Khususnya soal kepentingan pribadi.
Pasalnya, beberapa waktu lalu sempat menghebohkan publik, yakni oknum Kimia Farma yang menggunakan alat antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Di mana oknum tersebut dari kejahatannya menghasilkan 30 juta per hari.
Ia menegaskan agar jangan sampai kembali kasus seperti itu. Mufti mengingatkan bahwa kewajiban Kimia Farma dalam hal ini adalah perlunya menjaga standar etik tertinggi dalam program vaksinasi berbayar individu.
“Jangan sampai ada lagi pihak Kimia Farma yang bermain-main mengambil keuntungan dalam penyediaan vaksin individu ini,” tegas dia dalam keterangannya, Minggu (11/7).
Selain itu, standar etik pelayanan juga harus dimaksimalkan agar tidak melukai rasa keadilan di masyarakat. Khusus untuk vaksinasi gotong royong, Mufti meminta Kimia Farma jangan sampai melakukan layanan di rumah konsumen.
“Sesuai aturan, vaksinasi gotong royong harus di faskes. Kimia Farma jangan kemudian membuat inovasi marketing dengan model seperti homecare, rakyat akan marah kalau melihat ada vaksinasi di rumah-rumah orang kaya. Ini saya ingatkan betul," imbuhnya.
Kemudian, yang perlu menjadi perhatian lainnya adalah mampu menata fokus terkait program vaksinasi. Sebab, pemerintah secara bersamaan juga harus menunaikan tugas percepatan produksi dan distribusi vaksin gratis serta obat-obatan terapi Covid-19.
"Program vaksin individu ini pasti peminatnya banyak, dan bisa menyegarkan arus kas BUMN farmasi karena bayar langsung di tempat," jelas dia.
Layanan vaksinasi individu berbayar ini dibuka di 8 klinik Kimia Farma di wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, dan Bali. Asumsinya, ada uang masuk sekitar Rp 747 juta per hari dari program ini, belum lagi jika nanti jaringan penyedia vaksin berbayar ini ditambah.
Baca Juga: BEM Unnes Sebut Puan ‘The Queen of Ghosting’, Ini Kata Demokrat
"Tentu itu cukup menggiurkan, namun saya minta jangan gara-gara vaksin individu ini, kemudian BUMN farmasi berkurang fokusnya untuk menyediakan vaksin program yang gratis dan obat-obatan terapi yang sangat dibutuhkan rakyat,” kata Mufti.
Hal tersebut sangat penting untuk diingatkan, sebab jaringan PT Bio Farma (Persero) maupun PT Kimia Farma (Persero) Tbk punya tugas berat lain.
"Bio Farma produksi vaksin gratis. Kimia Farma memproduksi sebagian obat terapi dan distribusi obat terapi Covid-19 dari produsen lain, antara lain ivermectin, oseltamivir, remdesivir, favipirafir yang semuanya butuh fokus dan ketangkasan untuk segera terdistribusi dengan baik ke masyarakat dan merata,” pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
