alexametrics

Bus Jadi Pilihan Favorit Mudik Lebaran 2019

Puncak Arus Mudik 31 Mei
10 April 2019, 13:13:26 WIB

JawaPos.com – Beroperasinya tol trans-Jawa diprediksi mengubah model mudik pada Lebaran tahun ini. Berdasar survei Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan, masyarakat di Jabodetabek dan Bandung memilih mudik dengan bus.

Dari hasil survei tersebut, jumlah yang akan melakukan mudik tahun ini di wilayah Jabodetabek diperkirakan 3.465.458 rumah tangga. Sementara itu, total populasi pemudik 14.901.468 orang. Daerah tujuan terbanyak pemudik dari Jabodetabek adalah wilayah Jawa Tengah. Yakni, 5.615.408 orang. Disusul Jawa Barat 3.709.049 orang dan Jawa Timur 1.660.625 orang.

Moda transportasi pilihan terbanyak untuk mudik kali ini adalah bus. Diprediksi ada 4.459.690 orang yang menggunakan bus. Sementara itu, yang menggunakan mobil pribadi 4.300.346 orang.

Moda transportasi lainnya seperti kereta api diprediksi digunakan 2.488.058 orang dan pemakai jasa pesawat terbang 1.411.051 orang. “Masih ada yang menggunakan sepeda motor sebanyak 942.621 orang,” jelas Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo kemarin (9/4).

Tol trans-Jawa akan menjadi rute pilihan bagi 399.962 mobil pribadi. Pengendara sepeda motor akan menggunakan jalan alternatif lantaran cenderung lebih sepi.

ILUSTRASI MUDIK: kereta masih menjadi pilihan untuk mudik Lebaran.(Imam Husein/Jawa Pos)

Balitbang Kemenhub juga telah memprediksi puncak arus mudik dan balik. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 31 Mei atau H-5 Lebaran. Perkiraan waktu keberangkatan terjadi pada pukul 06.00-08.00 WIB.

Namun, jika pemerintah memulai libur pada 30 Mei atau saat tanggal merah perayaan Kenaikan Isa Al Masih, ada kemungkinan pergeseran puncak arus mudik. Yakni, diperkirakan terjadi pada 29 Mei. ”Arus balik diprediksi terjadi pada 9 Juni,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa pihaknya akan menggunakan hasil survei tersebut saat musim angkutan Lebaran 2019. Untuk pesepeda motor yang menggunakan jalur alternatif, Ditjen Perhubungan Darat akan memperbaiki markah dan menyediakan petugas di sekitar jalur tersebut. “Masyarakat di jalur alternatif juga akan diberi tahu,” ujarnya.

Sementara itu, untuk jalan tol, yang menjadi perhatian adalah Jakarta-Cikampek. Di tempat itu masih ada proyek. Pada musim angkutan Lebaran, proyek di sekitar tol Jakarta-Cikampek akan dihentikan mulai 26 Mei hingga 16 Juni. Tantangan lain adalah jalur tol dari Cirebon hingga Surabaya. Pemudik biasanya mulai capek. ”Untuk itu bisa memanfaatkan rest area yang tidak hanya ada di sepanjang tol, namun di luar pintu tol,” kata Budi.

Di jalan nasional seperti pantura, menteri perhubungan akan menyurati bupati dan wali kota di sekitar jalur tersebut. Intinya, menyiapkan jalur mudik yang aman. Untuk jalur selatan, Budi memberikan catatan di daerah Prupuk hingga Purwokerto. Di wilayah itu sangat sedikit jalan alternatif sehingga rawan macet. ”Magelang-Jogja dan daerah Ngagrek hingga Cileunyi juga menjadi perhatian,” bebernya.

Kabagops Korlantas Polri Kombespol Benyamin menyatakan, Polri siap mendukung angkutan Lebaran 2019. Pihaknya telah memetakan daerah yang dianggap rawan dan membutuhkan rekayasa lalu lintas. ”Arah Sumatera tidak masalah. Kalau trans-Jawa, perlu diperhatikan tol Jakarta-Cikampek,” ujarnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (lyn/c19/fal)