
Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Dalam pertemuan itu, keduanya membahas sejumlah, mulai dari koalisi di Pilkada Serentak 2020 hingga proses legislasi di DPR. Foto: Dery Ridwansah/JawaPos.co
JawaPos.com - Sektor pertanian merupakan bidang yang paling bisa bertahan sepanjang pandemi Covid-19. Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar pun meminta agar pemerintah memprioritaskan investasi pertanian.
Sebelumnya, BPS mengelurkan hasil survei yang menyatakan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang paling bisa bertahan dan terhindar dari kontraksi. Karena itu pemerintah harus meningkatkan investasi pertanian.
Gus Ami atau Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar mengatakan, peningkatan investasi sektor pertanian akan memiliki multiple effect. Terciptanya ketahanan pangan, peningkatan kesejahateraan petani dan nelayan, serta dapat menyerap tenaga kerja yang maksimal.
"Dimana selama pandemi Covid-19 ini, telah menyebabkan lebih dari 2,7 juta penduduk di Indonesia kehilangan pekerjaan," terangnya.
Menurut dia, sektor pertanian merupakan sektor yang sangat bisa diandalkan. Dimana sektor ini memberikan sumbangan sebesar 2,95 persen dan selalu naik selama pandemi ini. Tanaman pangan tumbuh 10,32 persen didorong oleh peningkatan luas panen tanaman padi. Serta tanaman hortikultura yang tumbuh sebesar 3,02 persen karena cuaca yang lebih kondusif.
Cak Imin mengatakan, pencapaian sektor pertanian yang terus membaik di masa pandemi, tentu harus dibarengi dengan perbaikan kualitas hidup bagi petani dan nelayan. "Indikator keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya pada peningkatan dari sisi produksi saja, tetapi juga tingkat kesejahteraan rumah tangga petani harus semakin membaik," paparnya.
Pria asal Jombang itu menambahkan, selama ini, selain nilai investasi di sektor pertanian yang masih cenderung rendah, alokasi untuk development research juga masih jauh dari nilai yang memadai. Padahal pengembangan pada bidang development research dan development sangat penting untuk masa depan pertanian Indonesia. Misalnya riset untuk menghasilkan bibit dan benih yang bisa beradaptasi dengan dampak dari perubahan iklim.
Selain itu pemerintah juga perlu membuat road map yang jelas soal kebijakan pangan dari mulai hulu ke hilir (on farm dan off farm). Salah satu faktor penting dalam sektor pertanian Indonesia adalah memperbaiki tata kelola distribusi dan rantai pasok agar lebih efisien dan dapat menekan biaya produksi terhadap hasil pertanian petani. "Jika hal ini bisa dilakukan maka produk pangan dalam negeri akan mampu bersaing dengan produk pertanian impor," jelasnya.
Peningkatan investasi pertanian juga dapat diarahkan untuk meningkatkan produktifitas. Untuk melakukan peningkatan produktivitas lahan, para petani perlu diberikan wawasan dan akses modal yang cukup. "Gagasan Bank Tani dan inisiasi pembiayaan untuk pertanian layak menjadi pilihan pemerintah," pungkas Cak Imin.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
