Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 September 2019 | 22.14 WIB

Memasuki Musim Hujan, Hot Spot Masih Tinggi

DENAR/KALTENG POS  KEMBALI PEKAT: Kabut asap pekat kembali menyelimuti kota Palangka Raya sepekan terakhir, tampak kondisi kabut di kawasan bundaran besar, kemarin (6/9) sekitar pukul 11.22 wib. - Image

DENAR/KALTENG POS KEMBALI PEKAT: Kabut asap pekat kembali menyelimuti kota Palangka Raya sepekan terakhir, tampak kondisi kabut di kawasan bundaran besar, kemarin (6/9) sekitar pukul 11.22 wib.

JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewaspadai sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di wilayah Indonesia. Khususnya Sumatera dan Kalimantan. Berdasar hasil pemantauan citra satelit pada 27 Agustus hingga 5 September, BMKG mengidentifikasi setidaknya terdapat 3.649 titik panas di seluruh wilayah Asia Tenggara.

"Lokasi dari titik panas tersebut berada di wilayah Indonesia (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan). Juga terdeteksi di Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, dan Timor Leste," jelas Kepala Bagian Humas BMKG Taufan Maulana kemarin (7/9).

Menurut Taufan, kondisi massa udara di atas wilayah Indonesia masih relatif kering sehingga mengakibatkan berkurangnya potensi hujan di wilayah yang dilewati. Tingginya jumlah hot spot itu juga jadi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sejumlah daerah semestinya sudah memasuki musim hujan pada awal September. Artinya, hot spot bisa ditekan.

"September seharusnya turun (hot spot, Red). Ini imbas perubahan iklim. Jadi gak bisa ditebak," jelas Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung KLHK Hudoyo ditemui setelah diskusi Kentongan Tanggap Bencana di Jakarta kemarin (7/9).

Menghadapi situasi tersebut, tim Manggala Agni sudah diturunkan untuk bertarung memadamkan api. Meski, dia mengakui masih banyak kendala yang ditemukan di lapangan. Selain persoalan jenis tanah, cuaca kering ekstrem turut berkontribusi membuat tanaman lebih mudah terbakar. "Apalagi lahan gambut ini kan susah sekali dipadamkan," paparnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore