Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2020 | 00.07 WIB

Kedutaan AS Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ektrem, Begini Kata BNPB

Pool Taksi Express Juga Terendam. Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa sore (31/12/2019) menyebabkan ratusan armada taksi terendam. Tak hanya Pool Blue Bird di Kramat Jati, Pool Taksi Express di Tanah Kusir juga tur - Image

Pool Taksi Express Juga Terendam. Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa sore (31/12/2019) menyebabkan ratusan armada taksi terendam. Tak hanya Pool Blue Bird di Kramat Jati, Pool Taksi Express di Tanah Kusir juga tur

JawaPos.com - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ektrem akan terjadi di wilayah Jabodetabek pada 12 Januari 2020. Warga Jabodetabek diimbau untuk mengantisipasi potensi bahaya seperti kilat, angin kencang, dan kemungkinan banjir, longsor atau pun pemadaman listrik.

Menanggapi itu, Kapusdatinkom Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo meminta masyarakat tetap tenang atas peringatan tersebut. Adanya peringatan itu diminta menjadi antisipasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat pada unumnya agar tidak panik ketika hujan deras turun.

"Masyarakat tidak perlu panik. Ada baiknya, ini memberikan edukasi kepada kita semua untuk selalu bersiap siaga. Prakiraan cuaca senada juga telah dirilis sebelumnya oleh BMKG," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/1).

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, memang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek pada periode 9 -12 Januari 2020. Namun, menurut Agus, hujan yang akan turun tidak se-ekstrem hujan yang terjadi pada 1 Januari 2020.

Oleh karena peringatan dini tersebut sebetulnya ditujukan demi keselamatan masyarakat. Dari peringatan dini itu, pemerintah daerah bisa melakukan upaya-upaya pencegahan dan mitigasi sehingga banjir pada 1 Januari 2020 tidak terulang kembali.

"Banyak upaya yang dapat dilakukan, seperti memperbaiki tanggul yang jebol, membersihkan saluran air, atau pun memperbaiki pompa air yang rusak," tambah Agus.

Agus menilai, masih cukup waktu bagi pemerintah daerah untuk melakukan persiapan sepanjang musim penghujan ini. Sedangkan bagi publik, warga dapat membangun kesiapsiagaan di dalam komunitasnya. Diawali di dalam keluarga terlebih dahulu, seperti membuat rencana darurat keluarga.

"Dalam rencana darurat keluarga itu, setiap keluarga dapat berdiskusi di antara anggota keluarga untuk membahas misal rencana evakuasi, tempat evakuasi, tas siaga bencana atau pun dokumen yang harus diselamatkan," jelas Agus.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore