Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Desember 2022 | 00.22 WIB

Teror Bom, DPR Usul Program Deradikalisasi-BNPT Dievaluasi

Polisi berjaga di sekitar Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (17/12), pasca ledakan bom. Ajat Sudrajat/Antara - Image

Polisi berjaga di sekitar Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (17/12), pasca ledakan bom. Ajat Sudrajat/Antara

JawaPos.com - Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto meminta Polri hingga BNPT meningkatkan kewaspadaan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal ini menyusul terjadinya bom bunuh diri di kantor Polsek Astanaanyar yang terjadi pada Rabu (7/12) pagi.

"Tingkat kewaspadaan harus dinaikkan, ini menyangkut penegak keamanan yang didalamnya ada BNPT, kepolisian dan intelejen," kata pria yang kerap disapa Bambang Pacul kepada wartawan, Rabu (7/12).

Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan, peristiwa bom bunuh diri tersebut seharusnya dapat diantisipasi oleh jajaran aparat keamanan. Menurut Bambang, aparat seharusnya memiliki internal security sistem untuk mencegah terjadinya aksi teror.

"Jadi Internal security system ini harus ditata ulang, kalo di banyak negara kan sudah ada internal security, semua negara punya yaitu sistem yang bisa kita baca bersama," tegas Bambang.

Bambang juga mengusulkan agar program deradikalisasi yang dilakukan BNPT dievaluasi. Mengingat, pelaku bom bunuh diri merupakan residivis atau mantan terpidana terorisme.

"Menurut catatan sementara korban ini diduga itu adalah mantan napi terorisme yang sudah terkena hukuman empat tahun di Nusakambangan, kalau keluarnya begini, berarti kan ada dugaan belum sembuh, maka ini harus dilakukan peningkatan lagi deradikalisasi," cetus Bambang.

Terkait peristiwa tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung tempat kejadian perkara kejadian bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat. Dalam tinjauannya, Sigit menegaskan telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri tersebut.

“Ini semua akan didalami. Sehingga kita minta kepada seluruh rekan-rekan untuk bisa membantu kami dan tim agar bisa menuntaskan kejadian secara maksimal. Seluruh tim dan satgas sudah diperintahkan untuk bergerak,” ucap Sigit di Mapolsek Astana Anyar, Rabu (7/12).

Sigit mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari dan Face Recognition terduga pelaku bom bunuh diri identitasnya adalah, Agus Sujatno alias Agus Muslim. “Yang bersangkutan pernah ditangkap karena peristiwa bom Cicendo dan sempat dihukum empat tahun di bulan September atau Oktober 2021 lalu yang bersangkutan bebas,” ucap Sigit.

Sigit juga menyatakan, terduga pelaku bom bunuh diri tersebut juga terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung, Jawa Barat. “Saat ini tim terus bekerja menuntaskan peristiwa yang terjadi,” pungkas Sigit. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore