
HALAU: KN Tanjung Datu milik Bakamla mengawasi kapal Coast Guard Tiongkok di Laut Natuna 19 Desember 2019. (BAKAMLA FOR JAWA POS)
JawaPos.com - Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal mengungkapkan warganya yang berprofesi sebagai nelayan berhenti sementara untuk melaut. Hal ini karena adanya klaim sepihak oleh Tiongkok yang menyebutkan perairan Natuna bukan milik Indonesia.
"Iya sementara nelayan stop melaut menunggu wilayah tangkapannya aman dari gangguan nelayan asing," ujar Abdul Hamid saat dihubungi, Selasa (7/1).
Abdul Hamid mengatakan nelayan Indonesia takut untuk mencari ikan di perairan Natuna. Hal itu karena nelayan Tiongkok akan menabrak perahu mereka jika berpapasan. "Jadi mereka mau menabrak perahu nelayan kita kalau tidak lari," katanya.
Namun demikian Abdul Hamid mengatakan para nelayan memiliki pekerjaan lain. Selain menjadi nelayan warga Natuna juga perprofesi sebagai petani. "Mereka biasanya bertani. Karena kebanyakan nelayan kami semua punya kebun untuk bertani," ungkapnya.
Abdul Hamid berharap konflik di Natuna bisa lekas selesai. Pasalnya nelayan dirugikan adanya konflik ini. Ia juga berharap TNI juga terus bersiaga di perairan Natuna. "Saya kira itu yang tepat sehingga nelayan kita tidak was-was lagi untuk melaut karena sudah ada yang mengamankan mereka di laut kita," pungkasnya.
Diketahui, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, telah terjadi pelanggaran yang dilakukan kapal-kapal China di wilayah ZEE Indonesia di perairan Natuna, Kepulauan Riau.
Retno menyampaikan, dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 telah menetapkan bahwa perairan Natuna masuk ke dalam ZEE Indonesia. Oleh karena itu ia meminta Tiongkok mematuhi aturan tersebut. Retno juga mengatakan, dalam rapat koordinasi para menteri sepakat untuk melakukan patroli di wilayah ZEE di perairan Natuna.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
