
Tuti Tursilawati (kanan) dijatuhi eksekusi hukuman mati oleh Pemerintah Arab Saudi pada Senin, (29/10).
JawaPos.com - Organisasi-organisasi yang bekerja untuk pembelaan Hak Asasi Manusia (HAM) dan buruh migran mengecam eksekusi hukuman mati terhadap Tuti Tursilawati, pekerja migran Indonesia asal Majalengka. Mereka menuntut pemerintah Indonesia untuk menolak seluruh utusan diplomatik Arab Saudi untuk Indonesia.
"Kami menuntut pemerintah Indonesia untu mem-Persona non Grata-kan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia," ucap Anis Hidayah, Direktur Eksekutif Migrant Care mewakili kelompok organisasi tersebut, melalui keterangan tertulis, Jumat (2/11).
Menurut kelompok organisasi ini, eksekusi mati terhadap Tuti yang merupakan korban kekerasan seksual merupakan bentuk pelanggaran HAM paling mendasar. Yakni, hak atas hidup. Mereka juga menilai Kerajaan Arab Saudi telah merendahkan martabat perempuan dalam kasus ini.
Atas dasar itu, mereka pun mendesak pemerintah Indonesia untuk mengkaji ulang uji coba pengiriman 30.000 pekerja migran Indonesia ke Arab Saudi. Pemerintah Indonesia juga diharapkan lebih serius mengupayakan pembebasan ratusan buruh migran yang terancam hukuman mati di seluruh dunia.
Sebagai konsekuensi moral menentang hukuman mati, kelompok organisasi ini juga meminta pemerintah melakukan moratorium hukuman mati di Indonesia. "Segera menuntaskan reformasi tata kelola migrasi melalui pembentukan aturan turunan Undang-undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia," ucap Anis.
Selain Migrant Care, tergabung dalam kelompok ini antara lain Kapal Perempuan, Jaringan Buruh Migran, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Human Rights Working Group, KontraS, serta Amnesty International Indonesia.
Selain itu ada juga Mahasiswa UI, JPIC Gembala Baik, Indonesia Migrant Union, Indonesia untuk Kemanusiaan, YAPESDI, KSBSI, Labor Institute Indonesia, Jala PRT, SPRT Sapulidi, Peace Leader Indonesia, ICJR, dan Koalisi Perempuan Indonesia.
Terakhir ada LBH Jakarta, LBH Masyarakat, Garda BMI, Popular Youth, Akademi Kerakyatan, Perkumpulan Suara Kita, Sekolah Perempuan DKI Jakarta, KSPSI, FTKI Sarbumusi, Permampu, WALHI, HWDI, LPBH FAS, Institut Perempuan Bandung, dan jaringan Gusdurian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Malaga vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Super Depor Bisa Curi Poin
Prediksi Skor Getafe vs Racing Santander di Liga Spanyol 2026/2027: Azulones Rawan Kecolongan!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
Prediksi Skor Rennes vs Paris Saint-Germain di Liga Prancis 2026/2027: Les Parisiens Bisa Kesulitan!
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
