alexametrics

Hasil Survey: Masih Ada Warga Jatim Tak Percaya Covid-19

2 September 2020, 06:06:08 WIB

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 berlangsung hampir 6 bulan, tak terkecuali di Jatim. Sejauh ini, upaya penanganan dan pencegahan persebaran virus korona oleh satuan tugas (satgas) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota cukup mendapat apresiasi positif dari publik.

Indikatornya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap penanganan pandemi di Jatim cukup tinggi. Hanya, ada sejumlah catatan yang perlu dijadikan perhatian. Salah satunya, tingkat kesadaran publik untuk ikut mencegah persebaran Covid-19. Sebab, ternyata masih ada warga yang tak percaya dengan pandemi yang belum dipastikan kapan berakhir ini.

Hal itu terungkap dari hasil survei yang dilakukan Indopol Survey and Consultanting. Survei yang digelar pada Juli lalu itu melibatkan 1.000 responden di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto menyatakan, survei tersebut bertujuan melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap penanganan pandemi Covid-19 di Jatim. ”Dengan begitu, masyarakat bisa lebih objektif menilai penanganan Covid-19 yang dilaksanakan pemerintah,” katanya.

Selain itu, dalam survei tersebut, Indopol memetakan tingkat kewaspadaan publik Jatim terhadap persebaran virus korona. Hasilnya, 58,5 persen warga memang waspada. Namun, ternyata ada juga yang tak percaya. ”Bahkan, ada yang menilai Covid-19 terlalu dilebih-lebihkan,’’ ungkapnya.

Pada penelitian itu, Indopol juga menyurvei respons publik terhadap penanganan pandemi oleh pemerintah melalui satgas (baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota). Hasilnya, 75 persen responden menilai sangat cepat dan bagus. Terutama penanganan pasien yang terkonfirmasi positif. ”Sisanya, 25 persen menilai penanganan lambat,’’ jelas Ratno.

Untuk tingkat kepuasan, hasil survei menyebutkan bahwa 68,2 persen masyarakat Jatim puas. Persentase terbesar terdapat di Kota Probolinggo, Situbondo, Kota Mojokerto, Trenggalek, dan Madiun. Lalu, ketidakpuasan tertinggi berada di Kota Batu, Kota Madiun, Ponorogo, Sidoarjo, dan Kota Pasuruan.

Memang, kasus positif di Jawa Timur sempat menjadi yang tertinggi secara nasional. Namun, satgas Covid-19 mampu menggenjot angka kesembuhan. Bahkan, persentase angka kesembuhan merupakan yang tertinggi.

Dari semua upaya yang dilakukan satgas, yang paling dirasakan publik adalah soal sosialisasi pencegahan dan penanganan (62,2 persen). Disusul pembagian masker dan penyemprotan disinfektan.

Ratno berharap, hasil survei tersebut menjadi catatan bagi satgas Covid-19 di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Pencapaian yang sudah bagus harus ditingkatkan. ”Sedangkan, sektor yang lemah harus dievaluasi untuk disempurnakan,” katanya.

SURVEI PENANGANAN COVID-19 DI JAWA TIMUR

Sikap publik terhadap pandemi Covid-19:

  • Perhatian dan waspada: 58,50 persen
  • Covid-19 menyengsarakan: 17 persen
  • Covid-19 dilebih-lebihkan: 16,20 persen

Penilaian publik atas langkah pemerintah provinsi:

  • Sangat cepat: 75 persen
  • Lambat: 25 persen

Kepuasan publik terhadap penanganan Covid-19:

  • Cukup puas: 62,90 persen
  • Kurang puas: 17,70 persen

Sumber: Hasil survei Indopol

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/c12/ris




Close Ads