
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti di acara pembukaan kegiatan Seminar Medis Nasional bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (9/6).
JawaPos.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengajak tenaga medis untuk mempromosikan pentingnya berolahraga. Ghufron menjelaskan, aktivitas fisik/olahraga merupakan bagian penting dari pencegahan dan pengendalian penyakit kronis. Dirinya berharap agar dokter dapat menjadi role model dalam penerapan gaya hidup sehat.
“Aktivitas fisik merupakan hal yang penting untuk mengurangi faktor risiko penyakit kronis. Hal ini perlu dikendalikan dengan mempromosikan gaya hidup sehat, khususnya oleh tenaga medis,” ujar Ghufron pada pembukaan kegiatan Seminar Medis Nasional bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (9/6).
Disebutkan bahwa menurut data BPJS Kesehatan, menunjukkan pembiayaan penyakit darah tinggi mencapai Rp 5,7 triliun di tahun 2022. Sementara itu, penyakit diabetes melitus mencapai Rp 7,3 triliun di tahun yang sama.
Menurutnya, risiko penyakit kronis ini dapat ditekan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan dan berolahraga rutin.
“BPJS Kesehatan turut mengelola berbagai program yang ditujukan untuk menjaga kondisi peserta yang telah menderita penyakit kronis. Salah satunya melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), yang merupakan sistem pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit kronis dengan pendekatan proaktif,” jelasnya.
Dalam program Prolanis peserta akan mendapatkan layanan berupa konsultasi, obat, dan pemeriksaan medis penunjang secara periodik. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) selaku pengelola program juga menyelenggarakan olahraga bersama secara rutin.
“Tujuan utamanya adalah mengendalikan kondisi penderita agar tidak terjadi komplikasi, artinya ini salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan mereka. Sampai dengan bulan April 2023, terdapat 416 ribu orang peserta prolanis penderita diabetes miletus, dan 662 ribu orang peserta prolanis penderita penyakit darah tinggi,” ujar Ghufron.
Ghufron juga menambahkan pihaknya berharap agar Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terus mengoptimalkan upaya pencegahan penyakit kronis melalui Skrining Riwayat Kesehatan.
“Skrining Riwayat Kesehatan ini telah diakomodir oleh BPJS Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Sampai dengan bulan Mei 2023 tercatat sekitar 10,4 juta jiwa peserta telah mengakses layanan Skrining Riwayat Kesehatan. Peserta yang dinyatakan memiliki risiko dan terdiagnosa diabetes miletus dan hipertensi selanjutnya didorong untuk berkunjung ke FKTP agar mendapatkan layanan kesehatan sesuai tata laksana dan dapat dirujuk sesuai indikasi medis,” ungkap Ghufron.
Selain itu, upaya promotif preventif memegang peranan penting untuk dapat mencegah dan mengurangi tingkat keparahan penyakit. Penyakit berbiaya katastropik semakin meningkat dan mencapai lebih dari 24 triliun rupiah atau 25% pembiayaan dalam Program JKN, 78% dari angka tersebut merupakan kasus penyakit jantung.
Baca Juga: Membersamai Para Sister Menjadi Perempuan Penuh Harga Diri, Percaya Diri dengan Nilai-nilai Kemanusiaan
Sementara itu Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Semarang, Hery Djagat Purnomo, menyebutkan bahwa seminar yang diselenggarakan telah dilakukan secara rutin setiap tahun. Namun, kali ini merupakan kegiatan pertama yang menghadirkan 33 pembicara dari berbagai disiplin keilmuan.
“Selain saling bersilaturahmi, tugas kita sebagai tenaga medis adalah belajar seumur hidup, seorang dokter harus terus belajar melayani sehingga tagline 3S (Silaturahmi, Science dan Sport) ini tidak akan pernah hilang,” ucapnya.
Hery menambahkan, tagline “Sport” juga perlu digaungkan di tengah-tengah masyarakat, tujuannya agar mengubah paradigma dan predikat bangsa yang dikenal paling malas melakukan aktifitas fisik maupun olahraga.
“Bangsa kita itu dikenal mager alias males gerak, ukurannya dapat terlihat dari penghitungan angka jalan kaki. Rata-rata penduduk Indonesia kurang dari 3.500 langkah, sangat berbeda dengan negara Hongkong yang memperoleh predikat paling aktif. Tentunya sebagai dokter kita semua patut memberi contoh bagi masyarakat untuk melakukan olahraga,” tegasnya.
Sejalan dengan kegiatan simposium ini, harapannya ilmu kesehatan seiring dengan semangat tenaga medis dalam menyongsong Indonesia yang memiliki semangat bergerak, serta berolahraga dapat turut serta sebagai salah satu bagian dari kegiatan Promotif Preventif yang dilakukan oleh Program JKN.
“Melalui perubahan pola hidup, dalam jangka waktu panjang tentu akan berdampak pula pada kesehatan masyarakat Indonesia secara nyata”, tutupnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
