
Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan (UPH) Prof. Dr. Diena Mutiara Lemy menutup gelaran HOSPITOUR 2023. (Foto: Royyan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pariwisata di Indonesia sudah menjadi salah satu sektor unggulan karena punya kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi bagi perekonomian Indonesia. Dengan potensi yang cukup besar itu, seharusnya pengelolaan kepariwisataan di tanah air bisa mengimbangi tingginya peminat dari dalam dan luar negeri terhadap bisnis pariwisata di Indonesia.
Pengelolaan sektor pariwisata menjadi penting tak hanya di sisi untuk menggaet banyak wisatawan, tetapi juga memberlakukan sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan yang akan memastikan dampak pariwisata tidak merugikan lingkungan, budaya lokal, dan masyarakat setempat.
Untuk mencapai hal itu, diperlukan pendidikan yang profesional dan mumpuni oleh para calon pelaku maupun pengelola wisata. Salah satu caranya adalah seperti yang dilakukan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan (FPAR UPH). Tiap tahun FPAR UPH menyelenggarakan HOSPITOUR yang menyajikan pembekalan hingga kompetisi di sektor pariwisata bertaraf nasional.
Dengan kegiatan ini, para peserta dapat mengembangkan diri dengan melihat satu sama lain dan menumbuhkan jiwa kompetitif secara sportif agar terus semakin baik.
"Jadi saat awal-awal HOSPITOUR ada, kita membuat platform kompetisi yang mengundang banyak institusi sehingga mereka bisa menunjukkan kebolehannya," kata Dekan FPAR UPH Prof. Dr. Diena Mutiara Lemy kepada JawaPos.com, Kamis (8/6).
Dengan adanya HOSPITOUR 2023 yang resmi usai malam ini, Diena melihat bahwa dari ke tahun kegiatan ini telah menumbuhkan penguatan pendidikan di perguruan tinggi-perguran tinggi pada bidang pariwisata. Buktinya, di tahun ini ada semakin banyak kampus yang mampu bersaing dan mendapatkan gelar juara.
"Awalnya HOSPITOUR memang didominasi oleh beberapa institusi saja," ungkapnya.
"Semoga ini jadi indikator bahwa pariwisata Indonesia di mana pun berada kualitasnya makin membaik, sehingga ketika dikompetisikan eh iya loh benar-benar bisa kompetitif. Jadi itulah tujuan kita di UPH supaya pendidikan pariwisata Indonesia itu terakselerasi," imbuh Diena.
Sementara itu, Ketua Panitia HOSPITOUR 2023 Wulanmeiaya Wowor menjelaskan bahwa dalam agenda tahunan ini, program dan kompetisi yang digelar semakin bervariasi untuk memberikan pembekalan bagi Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata Indonesia, khususnya para mahasiswa.
"Agar mereka semakin terampil dan mendalami konsep pariwisata berkelanjutan. Hal ini karena kami yakin bahwa para mahasiswa ini akan menjadi pelaku usaha atau UMKM di sektor pariwisata di masa depan," ucapnya.
Untuk diketahui, HOSPITOUR 2023 sudah dilaksanakan pada 6-8 Juni 2023 dengan tema "ETERNAL" (Elevate the Entire Resources with the New Amplified Long-Lasting Tourism). Acara ini didukung penuh oleh Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI).
Adapun pengambilan tema tersebut adalah untuk mencerminkan dorongan bagi semua pelaku pariwisata untuk bergerak dan mengoptimalkan sumber daya pariwisata yang dimiliki, terutama UMKM.
Acara HOSPITOUR tahun ini juga menyelenggarakan 29 kompetisi berskala nasional, di antaranya kompetisi masak, kompetisi kantor depan hotel, kreasi kopi, speech contest, making bed and towel art competition, hospitality business idea competition, pemandu wisata (guiding), paket wisata, pastry competition, basket, futsal dan masih banyak lagi.
Tidak hanya untuk mahasiswa, HOSPITOUR 2023 juga menyediakan kompetisi bagi para dosen. Terdapat 3 kompetisi nasional untuk dosen yaitu Cooking Competition, Pastry Competition dan Creative Online Teaching Competition. Sama seperti mahasiswa, para dosen pun diharapkan berprestasi dalam bidang keahliannya, sehingga memperoleh pengakuan yang bermanfaat bagi akreditasi prodi dan institusi.
Sedangkan dari segi peserta kompetisi, mereka berasal dari 35 institusi pendidikan pariwisata dari Jogjakarta, Semarang, Bogor, Cirebon, Bandung, Palembang, Lombok, Tangerang dan Jakarta. Keseluruhan kompetisi nasional ini menghadirkan para juri bertaraf internasional dan mumpuni dalam bidangnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
