Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Mei 2018 | 23.02 WIB

PBNU: Semoga Rekomendasi Kemenag Soal 200 Mubalig Tidak Buat Kegaduhan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Dewan Dakwa Muhammadiyah Jakarta, Selasa (30/01) - Image

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Dewan Dakwa Muhammadiyah Jakarta, Selasa (30/01)


JawaPos.com - Untuk menyiarkan keagamaan, Kementerian ‎Agama (Kemenag) mengeluarkan rekomendasi 200 nama mualig.


Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud berharap adanya rekomendasi tersebut tidak menimbulkan kegaduhan baru di masyarakat. Lantaran ustad-ustad yang merasa diidolakan oleh masyarakat tapi tidak masuk dalam rekomendasi tersebut.


"Iya (berharap tidak gaduh). Misalnya nama ustad ini enggak masuk kok yang ini masuk," ujar Marsudi kepada JawaPos.com, Sabtu (19/5).


Marsudi mempertanyakan siapa yang menguji layak atau tidaknya ustad tersebut bisa masuk dalam bagian rekomendasi. Bagaimana pemilihannya, dan cara memilihnya kategorinya apa saja.


"Jadi ketika sekarang dikeluarkan 200 maka besok bisa jadi akan ada permintaan lagi di publik atau di masyarakat. Kok nama saya enggak masuk, bagaimana cara masuknya," katanya.


Selain itu lembaga yang dikepalai oleh Lukman Hakim Saifuddin ini juga harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat, bagaimana ustad bisa masuk dalam rekomendasi Kemenag, dan juga apa kriteria ulama yang disarankan.


Sehingga hal tersebut tidak menjadi polemik baru di masyarakat, bagaimana mekanisme di balik layar adanya 200 rekomendasi mubaliq tersebut.


"Artinya pemerintah dalam hal ini Menag harus bisa menjawab dengan clear potensi-potensi pertanyaan yang datang," pungkasnya.


Seperti diketahui, di Bulan Ramadan ini Kementerian Agama (Kemenag) merekomendasikan 200 mubaligh. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa pihaknya telah menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait nama muballigh yang bisa mengisi kegiatan keagamaan mereka.


Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi mubalig oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehinggamerasa perlu untuk merilis daftar nama muballigh.


Lukman berharap rilis daftar nama muballig ini bisa memudahkan masyarakat dalam mengakses para penceramah yang mereka butuhkan. Langkah ini diharapkan akan memperkuat upaya peningkatan kualitas kehidupan beragama sesuai misi Kementerian Agama. Daftar 200 mubaligh ini bisa dilihat langsung di laman resmi Kemenag kemenag.go.id.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore