Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi angkat suara soal beban berat yang ditanggung PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menemui Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago pada Selasa (24/2). Dalam pertemuan itu, Dudy membeber strategi pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini.
Secara spesifik, pertemuan tersebut memang concern pada penguatan koordinasi dan kesiapan pengamanan transportasi dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah, khususnya dalam menghadapi arus mudik dan arus balik yang akan terjadi beberapa pekan ke depan.
Kepada menko polkam, Menhub Dudy memaparkan sejumlah langkah strategis yang telah disiapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) guna memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama mudik dan balik terjadi.
Beberapa langkah strategis yang sudah disiapkan oleh Kemenhub adalah penerapan flexible working arrangement (FWA) pada beberapa hari sebelum dan setelah libur bersama, penambahan layanan pelabuhan penyeberangan Jawa–Sumatera, serta penyiapan rest area.
”Untuk pengamanan terpadu, kami berkoordinasi dalam pengerahan personel Polri, TNI, dan unsur keamanan lainnya pada titik-titik rawan kepadatan termasuk rest area guna menjaga keamanan, ketertiban, serta mencegah tindak kriminalitas,” ungkap Dudy.
Selain itu, Kemenhub menyiapkan program diskon tiket transportasi kereta api, kapal laut, dan pesawat, serta diskon tarif tol pada periode tertentu. Bersama BUMN, Kemenhub juga menyelenggarakan program mudik gratis sebagai upaya mengurangi beban masyarakat sekaligus menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Atas langkah yang telah diambil oleh Kemenhub, Menko Djamari menegaskan bahwa sinergi dan koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan keselamatan transportasi. Baik untuk moda darat, laut, udara, maupun perkeretaapian.
”Kerja sama dan koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan keselamatan transportasi, sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan nyaman,” terang dia.
Tidak hanya itu, Djamari memberikan sejumlah penekanan dan rekomendasi terkait penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026. Dia menekankan pentingnya peningkatan ramp check atau inspeksi keselamatan secara konsisten dan menyeluruh pada seluruh moda transportasi.
Tujuannya untuk memastikan seluruh sarana angkutan dalam kondisi laik jalan dan serviceable. Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya memastikan kesiapan dan kesehatan awak angkutan umum, termasuk pengemudi, nahkoda, masinis, dan pilot, agar terbebas dari pengaruh narkotika, minuman beralkohol, maupun kelelahan.
Berkaitan dengan potensi bencana, Djamari menegaskan pentingnya penyusunan mitigasi risiko bencana hidrometeorologi berdasarkan prakiraan cuaca dan iklim dari BMKG. Mitigasi tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh operator dan pemangku kepentingan transportasi dalam menghadapi dinamika cuaca.
”Kemenko Polkam telah dan akan terus melaksanakan langkah-langkah koordinatif guna memastikan momen Idul Fitri 1447 H berlangsung aman dan kondusif,” tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
