
Bupati Kabupaten Pati Sudewo sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati berjalan meninggalkan Gedung KPK Merah Putih usai pemeriksaan di Jakarta, Se
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mendalami aliran uang dugaan pemerasan jual beli jabatan perangkat desa yang menjerat Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo. Salah satunya, soal dugaan keterlibatan inisiator demo besar-besaran di Kabupaten Pati pada pertengahan 2025 lalu, Ahmad Husein alias Husein Pati.
"Koordinatornya (Husein) kita bisa lihat bersama di video-video yang menyebar. Nah itu juga akan kami dalami," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu kepada wartawan, Kamis (22/1).
Sebab, sempat beredar foto pertemuan antara Sudewo dengan Ahmad Husein. Setelah pertemuan itu, Ahmad Husein yang merupakan mantan Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) batal menggelar aksi unjuk rasa.
Unjuk rasa itu awalnya akan digelar untuk melengserkan Sudewo dari jabatan Bupati Pati. Hal itu buntut kebijakan Sudewo yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Pati hingga 250 persen.
Namun, di tengah dinamika politik dan gelombang penolakan warga Pati terhadap Bupati Sudewo, Ahmad Husein justru memilih menempuh jalur damai dan menyatakan dukungannya kepada Sudewo. Sikap tersebut menuai reaksi keras.
Ahmad Husein menjadi sasaran kecaman warganet karena dinilai melakukan tindakan flexing setelah berdamai dengan Sudewo, yang dianggap tidak sensitif terhadap situasi dan aspirasi masyarakat.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka, kasus dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Pati, pada Senin (19/1).
Selain Sudewo, KPK juga menjerat Abdul Suyono selaku Kades Karangrowo, Kecamatan Jakenan; Sumarjiono selaku Kades Arumanis, Kecamatan Jaken; dan Karjan selaku selaku Kades Sukorukun, Kecamatan Jaken sebagai tersangka.
KPK menemukan, rencana jual beli jabatan tersebut telah dibahas sejak November 2025. Dalam perencanaan itu, Sudewo diduga melibatkan tim suksesnya untuk mengatur mekanisme pengumpulan uang dari para calon perangkat desa.
Sudewo melalui Abdul Suyono dan Sumarjiono menetapkan tarif sebesar Rp 165 juta sampai dengan Rp 225 juta untuk setiap calon perangkat desa yang mendaftar. Dalam aksinya, terkumpul uang Rp 2,6 miliar yang berasal dari delapan kepala desa di wilayah Kecamatan Jaken.
Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 20 huruf c KUHP.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
