Menteri Pertanian Amran Sulaiman menerima kunjungan jajaran Direksi dan Pimred Jawa Pos Jaringan Media Nusantara di kediamannya di Jakarta, Minggu (11/01/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras, yang dibarengi dengan strategi hilirisasi komoditas pertanian, memiliki potensi besar untuk menggeser peta perdagangan dunia dan mengantarkan Indonesia menjadi kekuatan global.
Pandangan tersebut disampaikan Amran saat berdiskusi dengan jajaran pimpinan media Jawa Pos Group di kediamannya di kawasan Kalibata, Jakarta, Minggu (11/1).
Amran mengungkapkan, agenda swasembada pangan yang semula dirancang Presiden Prabowo Subianto untuk dicapai dalam empat tahun mengalami percepatan drastis. Hal itu terjadi setelah Presiden melihat langsung lonjakan kinerja sektor pertanian nasional.
“Target awal empat tahun dipercepat menjadi tiga tahun. Bahkan, dalam 45 hari pemerintahan, Presiden menargetkan satu tahun. Alhamdulillah tercapai, meski kerjanya tanpa hari libur,” ujar Amran sambil tersenyum.
Menurutnya, akselerasi tersebut hanya bisa terwujud melalui perubahan menyeluruh, baik dalam tata kelola birokrasi, pola pikir kerja, hingga komitmen tegas memberantas korupsi dan praktik mafia pangan.
“Tidak boleh ada korupsi, tidak boleh ada mafia. Target harus jelas. Kalau tidak tercapai, mundur. Kalau tidak mampu mencapai target, ya jadi target,” tegasnya.
Amran juga menekankan bahwa sektor pertanian nasional tidak bisa lagi bertumpu pada cara-cara lama. Transformasi menuju pertanian modern menjadi keharusan, yang dimulai dari langkah efisiensi anggaran secara masif.
Ia menjelaskan, Kementerian Pertanian memangkas anggaran hingga Rp 1,7 triliun dengan menghapus perjalanan dinas, seminar, serta berbagai kegiatan seremonial. Efisiensi tersebut justru menghasilkan manfaat ekonomi sebesar Rp 17,89 triliun dan mendorong tambahan produksi beras sebesar 1,49 juta ton.
“Sekarang total kenaikan produksi beras mencapai 4,09 juta ton. Dampaknya langsung terasa secara global. Indonesia menghentikan impor beras yang sebelumnya mencapai sekitar Rp 100 triliun,” ungkapnya.
Meski demikian, Amran menegaskan bahwa capaian swasembada bukanlah tujuan akhir. Ia menyebut swasembada sebagai gerbang awal menuju lompatan yang lebih besar, yakni hilirisasi komoditas pertanian.
Ia mengidentifikasi tiga komoditas strategis yang jika diolah di dalam negeri mampu memberikan dampak signifikan terhadap pasar global. Pertama adalah beras. Keputusan Indonesia menghentikan impor disebut telah memberi tekanan serius pada negara-negara eksportir utama seperti Thailand, Vietnam, Pakistan, dan India.
Komoditas kedua adalah kelapa. Amran mencontohkan, harga kelapa mentah di tingkat petani hanya sekitar Rp 1.350 per kilogram, namun setelah melalui proses hilirisasi, nilainya bisa meningkat hingga Rp 18.000 per kilogram.
Ketiga adalah gambir. Indonesia menguasai sekitar 80 persen pangsa ekspor gambir dunia, tetapi selama ini bahan mentah tersebut justru dikirim ke India untuk diolah sebelum diekspor kembali sebagai produk jadi.
“Kalau hilirisasi kita lakukan di dalam negeri, nilai tambahnya luar biasa. Di situlah kekuatan besar Indonesia akan muncul,” pungkas Amran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
