Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam seremoni penyerahan uang hasil penagihan denda administratif kehutanan dan penyelamatan keuangan negara dari hasil tindak pidana korupsi di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Jaksa Agung ST Burhanuddin memastikan menindak tegas empat jaksa yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menekankan, tidak ada toleransi bagi jaksa yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.
“Yang pasti, apa pun, saya akan tindak tegas, dan saya bersyukur dibantu oleh KPK,” kata Burhanuddin di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12).
Burhanuddin mengingatkan, seluruh jajaran Korps Adhyaksa agar senantiasa memegang teguh integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan.
Ia menegaskan, setiap jaksa telah mengucapkan janji untuk menaati setiap peraturan sejak awal pengabdian.
“Saya mengingatkan mereka di daerah agar tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan peraturan,” tegasnya.
Diketahui, terdapat empat jaksa yang terjaring OTT KPK. Mereka di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (Kajari HSU) Albertinus Parlinggoman Napitupulu (APN), Kepala Seksi Intelijen Kejari Hulu Sungai Utara Asis Budianto (AB), Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Hulu Sungai Utara Tri Taruna Fariadi (TAR), serta Kepala Subbagian Daskrimti Kejati Banten Redy Zulkarnaen.
Para jaksa tersebut diduga terlibat dalam kasus pemerasan. Dalam perkembangannya, penanganan perkara yang melibatkan Redy Zulkarnaen dilimpahkan ke Kejaksaan Agung untuk ditangani lebih lanjut.
Kejaksaan Agung kemudian menetapkan Redy Zulkarnaen sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait penanganan perkara Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Selain Redy, Kejagung juga menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Herdian Malda Ksatria, dan Kasi D Kejaksaan Tinggi Banten Rivaldo Valini.
Sementara itu, tiga jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (Kejari HSU) ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dalam proses penegakan hukum di Kejari Hulu Sungai Utara untuk Tahun Anggaran 2025–2026.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
