Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Desember 2025 | 14.37 WIB

Cerita Awak Mobil Tangki Pertamina: Tembus Jalur Longsor Demi Penuhi Pasokan BBM

Awak Mobil Tangki (AMT) PT Pertamina (Persero)/(Istimewa).

JawaPos.com – Riki Margiono, salah satu Awak Mobil Tangki (AMT) PT Pertamina (Persero) sempat menunggu di sisi jalur Sungai Penuh selama 16 jam saat mengantar BBM ke Kabupaten Kerinci, Jambi. Jarak sejauh 223 kilometer, yang biasanya ditempuh hanya sekitar 6 jam, pada kondisi bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat ini berimbas menjadi sekitar 48 jam perjalanan, karena ruas jalan yang dilaluinya terkena banjir dan tanah longsor.

"Kalau jalan banjir tinggi, kami harus menunggu surut. Kami cuma duduk aja, harus gimana lagi," jelas Riki saat ditemui di Integrated Terminal Teluk Kabung, Padang, Selasa (2/12).

Pekan sebelumnya, saat terjadi banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, Riki termasuk awak mobil tangki (AMT) Pertamina, yang dikelola anak usaha, PT Elnusa Petrofin, yang sempat terjebak kala mengantarkan BBM. Bersama 15 AMT lainnya, Riki menunggu hingga banjir sedikit surut. Pertama kali menunggu, Riki masih mendapatkan bantuan nasi bungkus dari tim Rescue Pertamina yang bergerak menyusulnya.

Ketika banjir surut dan dapat dilewati, di tengah jalan Riki kembali terhenti karena terimbas jalan longsor. Sehingga ia kembali bermalam di tengah jalan, menunggu bantuan alat berat untuk membuka jalan.

Memikirkan perjalanannya yang panjang, Riki sering teringat keluarganya yang ada di Padang. Keluarganya juga terdampak banjir, namun Riki sempat mengabari dan memastikan keadaan keluarganya baik-baik saja.

"Mengantar BBM sudah menjadi tugas saya, jadi saya pastikan BBM sampai di SPBU karena sudah banyak masyarakat menunggu. Ketika sampai, rasa khawatir saya berubah menjadi bahagia. Saya melihat masyarakat senang melihat mobil truk yang saya bawa masuke ke SPBU," ujarnya berkaca-kaca.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem, banjir, dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, para AMT Pertamina menunjukkan dedikasi luar biasa untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.

AMT menghadapi rute yang terputus, badan jalan yang amblas, hingga genangan banjir yang tinggi. Namun AMT tetap bergerak menembus medan sulit demi menjaga suplai BBM ke SPBU dan fasilitas vital lainnya.

AMT Pertamina lainnya, M Aidil Dzakwan yang bertugas menyalurkan BBM di wilayah terdampak bencana Sumatera Barat, mengisahkan perjalannya dalam mengembankan tugas mengantarkan energi. Ia bersama AMT lainnya harus melewati jalur ekstrim tebing Sitinjau Lauik. Jalur ini terkenal terjal dengan belokan curam. Selain kondisi jalan yang perlu diwaspadai, kini jalurnya pun ramai karena menjadi jalur utama menuju Bukittinggi, Payakumbuh, dan sekitarnya.

“Untuk para AMT yang menyalurkan BBM ke pelosok ke luar kota maupun dalam kota kita tetap safety dan jaga keselamatan dan Kesehatan di jalan. Kita sebagai driver harus tetap semangat walaupun kena hujan, kena panas, kena macet, longsor, banjir, yang namanya petugas kita harus jalani dengan senang hati,”katanya.

Aidil juga menyemangati rekan sesama AMT lainnya untuk terus menjalankan tugas mengantar BBM sampai ke SPBU. Walaupun jalur yang mereka lalui cukup menantang bagi pengendara karena sering mengalami bencana banjir, longsor dan kecelakaan.

“Ayo semangat, pantang menyerah dan tetap berjuang untuk masyarakat. Kita melayani dengan sepenuh hati,” ucapnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore