Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Desember 2025 | 01.19 WIB

Video Bernarasi GAM Minta Jatah Bantuan Bencana di Aceh Viral, Ini Kata Mabes TNI

Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah (kiri). (Puspen TNI) - Image

Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah (kiri). (Puspen TNI)

JawaPos.com - Mabes TNI merespons video viral di medis sosial bernarasi GAM meminta jatah bantuan kemanusiaan untuk dibagikan kepada masyarakat.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Freddy Ardianzah membenarkan adanya peristiwa permintaan jatah bantuan yang terekam dalam video itu. Namun, dia memastikan yang meminta bantuan kemanusiaan tersebut bukan GAM. 

Berdasar informasi yang sudah diverifikasi oleh Mabes TNI, pihak yang meminta jatah bantuan untuk dibagikan kepada masyarakat adalah anggota KPA Meja Ijo Idi Cut.

Freddy menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi di wilayah Aceh Timur pada Kamis pekan lalu (4/12).

 ”Kejadiannya berlangsung pada 4 Desember 2025, ketika dua individu tersebut mencegat Kapal Feri Express Bahari yang membawa logistik bantuan banjir,” terang Freddy pada Senin (8/12).

Menurut jenderal bintang dua TNI AL berlatar belakang Korps Marinir itu, bantuan yang diangkut menggunakan Kapal Feri Express tersebut berasal dari ketua TP PKK Aceh.

Bantuan itu hendak disalurkan kepada korban terdampak bencana yang berada di wilayah Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur. Kepada kru kapal yang bertugas, 2 orang itu meminta sebagian bantuan diturunkan. 

”Kedua orang itu meminta agar sebagian bantuan diturunkan kepada mereka, namun tidak dapat menunjukkan surat perintah atau keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur,” imbuhnya. 

Karena itu, petugas kapal menolak dengan tegas hingga terjadi perdebatan. Penolakan dilakukan lantaran distribusi bantuan harus mengikuti prosedur resmi.

Beruntung, aparat keamanan laut mendekat dan menengahi perdebatan. Sehingga kapal yang tengah membawa bantuan bisa melanjutkan perjalanan menuju Kuala Langsa. 

”TNI menilai tindakan itu sebagai tindakan personal yang arogan dan tidak dapat dibenarkan, karena dapat menghambat distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana,” imbuhnya. 

Freddy pun menyatakan bahwa para prajurit TNI bersama aparat keamanan setempat telah melakukan langkah-langkah untuk memastikan keamanan jalur distribusi bantuan, termasuk jalur laut, agar kejadian serupa tidak terulang dan para pemberi bantuan merasa aman.

Dia juga mengimbau agar tidak ada lagi pihak-pihak yang menghalangi proses distribusi bantuan di tengah situasi sulit saat ini.

”Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menghalangi distribusi bantuan dalam kondisi darurat kemanusiaan. Fokus utama kita adalah mempercepat penanganan banjir dan menjamin bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Freddy. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore