
Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah (kiri). (Puspen TNI)
JawaPos.com - Mabes TNI merespons video viral di medis sosial bernarasi GAM meminta jatah bantuan kemanusiaan untuk dibagikan kepada masyarakat.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Freddy Ardianzah membenarkan adanya peristiwa permintaan jatah bantuan yang terekam dalam video itu. Namun, dia memastikan yang meminta bantuan kemanusiaan tersebut bukan GAM.
Berdasar informasi yang sudah diverifikasi oleh Mabes TNI, pihak yang meminta jatah bantuan untuk dibagikan kepada masyarakat adalah anggota KPA Meja Ijo Idi Cut.
Freddy menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi di wilayah Aceh Timur pada Kamis pekan lalu (4/12).
”Kejadiannya berlangsung pada 4 Desember 2025, ketika dua individu tersebut mencegat Kapal Feri Express Bahari yang membawa logistik bantuan banjir,” terang Freddy pada Senin (8/12).
Menurut jenderal bintang dua TNI AL berlatar belakang Korps Marinir itu, bantuan yang diangkut menggunakan Kapal Feri Express tersebut berasal dari ketua TP PKK Aceh.
Bantuan itu hendak disalurkan kepada korban terdampak bencana yang berada di wilayah Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur. Kepada kru kapal yang bertugas, 2 orang itu meminta sebagian bantuan diturunkan.
”Kedua orang itu meminta agar sebagian bantuan diturunkan kepada mereka, namun tidak dapat menunjukkan surat perintah atau keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur,” imbuhnya.
Karena itu, petugas kapal menolak dengan tegas hingga terjadi perdebatan. Penolakan dilakukan lantaran distribusi bantuan harus mengikuti prosedur resmi.
Beruntung, aparat keamanan laut mendekat dan menengahi perdebatan. Sehingga kapal yang tengah membawa bantuan bisa melanjutkan perjalanan menuju Kuala Langsa.
”TNI menilai tindakan itu sebagai tindakan personal yang arogan dan tidak dapat dibenarkan, karena dapat menghambat distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana,” imbuhnya.
Freddy pun menyatakan bahwa para prajurit TNI bersama aparat keamanan setempat telah melakukan langkah-langkah untuk memastikan keamanan jalur distribusi bantuan, termasuk jalur laut, agar kejadian serupa tidak terulang dan para pemberi bantuan merasa aman.
Dia juga mengimbau agar tidak ada lagi pihak-pihak yang menghalangi proses distribusi bantuan di tengah situasi sulit saat ini.
”Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menghalangi distribusi bantuan dalam kondisi darurat kemanusiaan. Fokus utama kita adalah mempercepat penanganan banjir dan menjamin bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Freddy.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
