
Relawan Program MBG berseragam biru muda sibuk mengangkut tumpukan ompreng ke dalam kapal untuk dikirim ke pulau Kelapa. (Foto: Dery Ridwansah/JawaPos.com).
JawaPos.com — Bakda subuh, ketika langit masih kelabu dan angin laut membawa aroma asin khas pesisir, dermaga Pulau Kelapa sudah kembali hidup. Deretan kapal kayu berjajar rapi, beberapa di antaranya mulai memanaskan mesin, bersiap menjalani aktivitas pagi.
Salah satu kapal dengan atap berwarna hijau toska terlihat sudah siap mengantar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak sekolah di Pulau Kelapa Dua.
Dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di tepi dermaga, seorang relawan laki-laki berseragam biru muda sibuk mengangkut tumpukan ompreng ke dalam kapal.
Sementara seorang relawan lainnya, duduk di dalam kapal, sibuk mencatat dan menghitung jumlah ompreng sesuai data penerima manfaat, memastikan semuanya lengkap sebelum keberangkatan.
"Ini nanti mau kita antar ke pulau seberang (Pulau Kelapa Dua) bang, total ada 88 paket untuk anak sekolah dan ibu hamil," kata Kepala SPPG Pulau Kelapa, Abdul Rasyid kepada reporter Jawapos.com, Kamis (4/12).
Beruntungnya, pagi itu cuaca cukup bersahabat. Rasyid bilang, kendala paling besar saat penyaluran biasanya terjadi ketika angin dan ombak sedang tinggi.
"Kalau besar ombaknya, kapal tidak berani berangkat atau bersandar. Itu yang bikin pasokan bahan baku dan pendistribusian agak terganggu," ujarnya.
Setelah semua ompreng sudah tertata di palka kapal, mesin dinyalakan. Suaranya tidak terlalu keras, namun cukup menggema di antara tiang-tiang dermaga. Anak-anak pulau yang sedang menunggu jemputan sekolah bahkan sempat melambaikan tangan kepada relawan yang naik ke kapal.
Perahu kemudian bergerak perlahan keluar dari dermaga, memotong air bening yang memperlihatkan gugusan karang di bawahnya. Awan tipis menggantung di langit, sementara dari kejauhan Pulau Kelapa Dua, tujuan utama distribusi pagi itu sudah terlihat samar.
Beberapa meter sebelum bersandar, relawan kembali memeriksa ikatan ompreng, memastikan tidak ada yang longgar akibat gelombang kecil. Sesampainya di pulau, gerobak pendistribusian yang terparkir di dermaga sudah siap menampung puluhan ompreng tersebut.
Relawan bergegas memindahkan satu per satu ompreng ke dalam gerobak. "Ini akan langsung dibagikan ke penerima manfaat," ucap Rasyid.
Di balik tantangan logistik yang berupaya menjangkau pulau tersebut, Rasyid melihat dampak besar yang dirasakan warga dari program prioritas pemerintah dalam pemenuhan gizi nasional ini. Kehadiran MBG menjadi penopang tambahan perekonomian warga di tengah tingginya biaya hidup di wilayah kepulauan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
