Wisnu Wardhana selaku Customer Service Assurance Division Head FiberStar (kanan) saat media gathering FiberStar di Jakarta, Kamis (4/12). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Layanan internet darurat sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana banjir bandang hingga tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Sejumlah pihak dikabarkan mengirimkan bantuan layanan Starlink untuk membantu konektivitas masyarakat di sana.
Penyedia infrastruktur digital sekaligus Authorized Starlink Reseller, FiberStar turut menyalurkan paket sembako, bantuan logistik dan konektivitas ke wilayah terdampak banjir bandang di Sumatera.
Adapun pemasangan Starlink sejauh ini sudah dilakukan pada 5 titik posko bencana. Pertama yakni Posko Lanud Soewondo yang disalurkan ke Sibolga Tapanuli Tengah dan kedua adalah Posko Gedung Bulog Medan untuk disalurkan ke Medan dan sekitarnya.
Ketiga ada Posko APJII Medan untuk disalurkan ke Sumatera Utara dan Aceh, keempat Posko Sumbar di Pekanbaru untuk Markas Kodam 19 atau Tuanku Tambusai, dan terakhir Posko BPBD Tarutung, kantor bupati Tapanuli Utara untuk disalurkan ke Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.
Pemasangan akses internet Starlink ini difokuskan pada area terdampak yang membutuhkan dukungan komunikasi cepat demi koordinasi posko, relawan, dan aparat setempat. FiberStar juga menyiapkan tambahan titik instalasi Starlink yang akan dipasang bertahap.
“Dalam penanganan bencana, kecepatan adalah kunci. Karena itu, kami tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menghadirkan akses internet yang dapat langsung digunakan oleh tim lapangan dan warga. Komunikasi yang lancar memungkinkan distribusi bantuan menjadi lebih tepat sasaran,” kata Wisnu Wardhana selaku Customer Service Assurance Division Head FiberStar saat media gathering FiberStar di Jakarta, Kamis (4/12).
Dia menjelaskan bahwa langkah ini tak hanya respon terhadap bencana, melainkan termasuk pada bagian strategi besar FiberStar untuk membuka jalan bagi akselerasi digital di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Banyak pula titik terdampak yang berada di area yang selama ini menghadapi tantangan geografis yang membuat jaringan fiber sulit dijangkau. Alhasil, teknologi satelit menjadi solusi yang relevan dan efektif.
“Wilayah 3T menghadapi hambatan infrastruktur yang berbeda dari kawasan urban. FiberStar hadir untuk menjembatani kesenjangan digital ini dengan menghadirkan solusi hybrid, menggabungkan infrastruktur terrestrial kami dengan teknologi satelit. Dengan dukungan Starlink, konektivitas di daerah terpencil kini bisa hadir jauh lebih cepat tanpa menunggu pembangunan jaringan yang kompleks,” tambahnya.
Konektivitas di era digital kini bukan lagi sekadar layanan tambahan, melainkan kebutuhan dasar. Di banyak wilayah 3T, kehadiran internet menjadi elemen penting untuk mendukung pendidikan, memperluas layanan kesehatan, mendorong aktivitas ekonomi digital, hingga memperkuat administrasi pemerintahan desa.
Dalam praktiknya, tim FiberStar memasang perangkat satelit dengan menyesuaikan kondisi geografis serta kebutuhan operasional posko bencana. Proses instalasi berlangsung cepat sehingga akses internet bisa segera dimanfaatkan para relawan.
Masyarakat di sekitar lokasi juga merasakan manfaatnya, mulai dari berkomunikasi dengan keluarga, mencari informasi bantuan, hingga memantau perkembangan cuaca dan situasi di daerah mereka.
“Ketika akses internet hadir, masyarakat di wilayah terdampak tidak lagi merasa terputus dari dunia luar. Mereka mendapatkan kembali rasa aman dan kemampuan untuk mengakses informasi penting. Ini adalah bagian dari misi FiberStar untuk memastikan bahwa teknologi tidak hanya dinikmati oleh masyarakat kota, tetapi juga menjadi penyelamat di saat-saat kritis,” ujar dia.
FiberStar meyakini bahwa pemerataan transformasi digital merupakan langkah penting untuk mengurangi ketimpangan antara daerah dan pusat. Dengan memadukan teknologi satelit dan infrastruktur operator netral yang mereka kelola, perluasan akses internet di wilayah terpencil dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat diterapkan, dan memiliki keberlanjutan jangka panjang.
Meski begitu, terdapat tantangan selama pemasangan akses Starlink ini, salah satunya masalah akses dengan target Kota Langsa, Aceh. Padahal, jarak Langsa ke Medan sebenarnya tidak sampai tiga jam.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
