
Banjir masih merendam wilayah Kabupaten Aceh Utara hingga hari ini Kamis (27/11). Sebanyak 130 gampang yang berada di 17 kecamatan terdampak. (BPBD Kab. Aceh Utara)
JawaPos.com - 163 Ribu Warga Aceh Utara masih terdampak, pasca banjir besar yang melanda wilayah itu sejak 26 November 2025. Kendati demikain, belum satu pun pejabat pemerintah pusat baik setingkat dirjen, wakil menteri, menteri, hingga Presiden Prabowo yang meninjau langsung lokasi bencana terbesar di Aceh tersebut.
Terkait kondisi yang terjadi di wilayahnya, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, mengatakan pihkanya telah menyampaikan laporan terkait kondisi banjir di Aceh Utara dan termasuk lewat Medsos.
“Mungkin pemerintah pusat belum mengetahui sepenuhnya kondisi di sini, karena itu kami sudah mengirimkan surat langsung kepada Presiden Prabowo,” ujar Ismail, dilansir dari Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Kamis (4/11).
Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Posko Bencana Banjir BPBD Aceh Utara, hingga 3 Desember 2025 pukul 10.00 WIB, banjir telah berdampak besar pada penduduk dan infrastruktur:
Data Korban dan Pengungsian 163.985 jiwa terdampak langsung, 123.969 jiwa harus mengungsi, 35.848 KK berada di 447 titik pengungsian dan permukiman terdampak tersebar di puluhan kecamatan yang terendam banjir. Kerusakan Infrastruktur, 32.728 rumah terendam, 532 rumah hilang tersapu arus, 106 ruas jalan rusak, 12 jaringan irigasi rusak, 86 titik tanggul sungai jebol, 37 jembatan terdampak, 130 titik longsor.
Kerusakan Fasilitas Pendidikan 369 unit sekolah tingkat TK–SMP terdampak, 571 set peralatan pendidikan dan laboratorium rusak atau hilang. Dampak pada pertanian, 12.782 hektare sawah terendam, 10.653 hektare tambak rusak.
Respons Darurat dan Tantangan Evakuasi
BPBD Aceh Utara bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus melakukan evakuasi, penyaluran logistik, serta pembukaan akses yang terputus. Namun, intensitas hujan yang masih tinggi, arus sungai yang deras, serta kerusakan jembatan menghambat proses penjangkauan ke desa-desa terisolasi.
Di sejumlah pos pengungsian, warga menyatakan kebutuhan mendesak berupa: makanan siap saji, air bersih, obat-obatan,popok bayi,selimut dan keperluan sanitasi. Tim medis juga mencatat meningkatnya risiko penyakit kulit, ISPA, dan diare.
Skala Bencana Disorot Internasional
Meluasnya dampak banjir di Aceh Utara menarik perhatian organisasi internasional yang memantau peningkatan kejadian hidrometeorologi di kawasan Asia Tenggara. Wilayah ini kembali dinilai sebagai salah satu daerah paling rentan akibat kombinasi curah hujan ekstrem, kerentanan ekosistem sungai, dan penurunan kualitas infrastruktur pengendali banjir.
Sejumlah pihak mendesak pemerintah pusat untuk mempercepat distribusi bantuan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menetapkan strategi mitigasi jangka panjang mengingat skala kerusakan dan besarnya jumlah masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
