
Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU dan jajaran pengajar melakukan kolaborasi dengan sejumlah kampus ternama dan dunia bisnis untuk pengembangan kampis riset di Tiongkok. (Isti
JawaPos.com - Keberhasilan Universitas Indonesia (UI) menembus peringkat 200 besar dunia dan menempati posisi 189 versi QS World University Rankings menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju universitas berkelas dunia. Sebagaimana arahan Presiden, UI berupaya masuk jajaran 100 besar dunia dengan memperkuat sinergi dengan sejumlah perguruan tinggi unggul di tingkat internasional.
Dalam lawatan ke Tiongkok, Rektor Ul, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan sejumlah universitas ternama di negeri Tirai Bambu itu.
Dalam kunjungannya ke Peking University, Rektor UI menandatangani MoU dengan President of Peking University, Gong Qihuang, Senin 3 November 2025. MoU ini akan melingkupi kerja sama di bidang akademik dan penelitian, termasuk program pertukaran dosen dan mahasiswa, kolaborasi ilmiah, serta penguatan kapasitas institusi menuju universitas berkelas dunia.
Rektor Ul, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU menandatangani MoU dengan President of Peking University, Gong Qihuang, Senin 3 November 2025. (Istimewa).
Melalui kerja sama ini, UI mengundang dosen-dosen terbaik dari Peking University untuk mengajar selama periode tertentu di kelas internasional di berbagai program studi UI. “Kami mengundang Peking University untuk bersama-sama dengan UI menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia, melalui upaya kerja sama penelitian antara akademisi di kedua universitas dengan berbagai perusahaan Tiongkok yang menanamkan investasinya di Indonesia,” ujar Prof. Heri.
Sementara itu, President of Peking University, Gong Qihuang, mengundang mahasiswa-mahasiswa terbaik UI untuk menempuh pendidikan di program pascasarjana Peking University. Menurutnya, inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi akademik, riset, dan pertukaran pengetahuan antara kedua universitas.
Menganggapi kerja sama ini, Duta Besar Rl untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun, mengapresiasi langkah UI dalam membuka hubungan dengan universitas di Tiongkok. Menurutnya, Tiongkok adalah masa depan hegemoni ekonomi dunia. Dengan nilai perdagangan Indonesia–Tiongkok yang lima kali lipat perdagangan Indonesia–Amerika Serikat, berbagai kerja sama Indonesia dan Tiongkok perlu diperluas, termasuk kerja sama penelitian, pendidikan, dan kerja sama budaya.
Duta Besar Rl untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun menerima kunjungan lawatan Rektor Ul, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU dan jajaran UI saat berkunjung ke Tiongkok.
Kembangkan Poros Riset Dan Hilirisasi Nasional
Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU juga menjalin kemitraan strategis dengan Tsinghua University dan Huayou Group, salah satu pemain industri nikel dan kobalt terbesar di dunia.
Dalam kesepakatan ini, UI akan menyediakan lahan dan fasilitas untuk pembangunan pusat riset dan pengembangan terapan berupa laboratorium pembelajaran (teaching factory) dan laboratorium smelter canggih yang akan dikonstruksi oleh Huayou Group.
Fasilitas inovasi metalurgi ini akan mentransformasi UI menjadi pusat R&D terapan kelas dunia. Para peneliti UI dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan riset hilir dan paten di seluruh rantai industri metalurgi, serta mengakselerasi pengembangan teknologi material maju untuk menyokong industri baterai nasional.
Huayou Group sendiri telah memiliki kerja sama yang baik di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, Huayou Group telah berinvestasi 11 Miliar USD untuk pengembangan smelter kobalt, nikel, dan fasilitas daur ulang baterai, yang mampu mempekerjakan 20.000 WNI. Ke depannya, Huayou berkomitmen menyuntikkan lebih dari 20 Miliar USD untuk industri pemurnian di Indonesia.
Keberhasilan Rektor UI dalam mengikat raksasa industri sebagai mitra strategis ini menempatkan UI pada posisi sentral pada peta jalan industrialisasi dan hilirisasi nasional. Selain fasilitas riset, kolaborasi ini juga akan mencakup tujuh program strategis lainnya, termasuk beasiswa, rekrutmen prioritas, kolaborasi riset, kerja sama ESG (environmental, social, dan governance), serta proyek Tripartit (UI-Tiongkok-Huayou).
Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU menandatangani MoU dengan Tsinghua University. (Istimewa)
Rektor UI menegaskan Penandatanganan MoU dengan Tsinghua University menegaskan komitmen UI untuk terus memperkuat perannya dalam diplomasi pendidikan dan riset global.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
