
Serangan terbaru Israel di Gaza cederai komitmen gencatan senjata. (Al-Jazeera)
JawaPos.com-Niat Pemerintah Indonesia mengirim 20 ribu pasukan TNI ke Gaza, Palestina, mendapat lampu hijau. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memberi izin pembentukan pasukan stabilitas internasional untuk dikirim ke Gaza.
Merespons keputusan tersebut, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Kolonel Arm Rico Sirait menyampaikan, saat ini belum ada jadwal pengiriman pasukan tersebut. Instansinya bersama TNI masih menunggu keputusan dari Presiden Prabowo.
”Seluruh mekanisme dan perencanaan sementara masih berada pada tahap pembahasan internal Kemhan dan TNI, menunggu keputusan presiden mengenai waktu, bentuk kontribusi, serta skema keterlibatan Indonesia,” ungkap Rico saat dikonfirmasi pada Rabu (19/11).
Rico menyatakan bahwa Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin telah menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung Palestina. Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto sebagai panglima tertinggi.
”Sejalan dengan pernyataan menhan yang juga menegaskan, walaupun PBB sudah mengadopsi resolusi yang membuka peluang pengerahan pasukan internasional, keputusan politik nasional tetap menjadi faktor penentu,” imbuh Rico.
Untuk itu, meski Dewan Keamanan PBB sudah meloloskan proposal resolusi yang diinisiasi oleh Amerika Serikat (AS), termasuk pembentukan dan pengiriman pasukan stabilitas internasional, Kemhan dan TNI masih berada pada level persiapan pasukan.
”Setelah Dewan Keamanan PBB meloloskan resolusi yang membuka ruang bagi pembentukan pasukan stabilisasi internasional di Gaza, Pemerintah Indonesia pada prinsipnya bersikap siap berkontribusi sesuai kapasitas dan pengalaman panjang dalam misi perdamaian. Namun seluruh keputusan tetap berada pada arahan presiden,” terang Rico.
Karena itu, lanjut Rico, langkah pemerintah saat ini berfokus pada penyiapan internal di Kemhan dan TNI. Mulai dari pemetaan kebutuhan pasukan hingga kesiapan logistik dan kemampuan yang relevan dengan karakter operasi stabilisasi yang biasanya lebih kompleks.
”Menhan juga sudah menegaskan bahwa Indonesia bisa terlibat apabila terpenuhi salah satu dari 2 landasan, yaitu adanya mandat langsung dari PBB atau persetujuan dari Amerika Serikat sebagai pihak yang mendorong pembentukan pasukan stabilisasi internasional di bawah rencana yang saat ini sedang dibahas,” jelas Rico.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022