
KKP bekali para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) cara baik penanganan dan pengolahan ikan. (Istimewa)
JawaPos.com-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membekali para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) cara baik penanganan dan pengolahan ikan. Pelatihan itu untuk keperluan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Machmud menyampaikan, komoditas ikan yang diolah meliputi ikan patin, kembung, dan udang.
Melalui kegiatan ini, KKP memperkuat kapasitas teknis para pengelola SPPG agar mampu menghasilkan produk olahan ikan yang mudah, aman dikonsumsi, bergizi, menarik, dan sesuai standar mutu.
"Melalui bimtek ini, kami ingin para pengelola SPPG memahami standar mutu bahan baku, mampu menerapkan teknik pengolahan produk yang mudah, higienis, menarik dan ramah gizi, serta aman untuk dikonsumsi,” kata Machmud, Minggu (2/11).
Sementara itu, Tenaga Ahli Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional Nikendarti H. Gandini turut memberikan pembekalan mengenai sistem pembinaan gizi sekolah serta penerapan prinsip keamanan pangan di lingkungan pendidikan. Dia menyoroti bahwa program MBG merupakan bagian penting dari upaya nasional mengatasi persoalan gizi anak sekolah.
“Karenanya, kami ingin membangun sistem pembinaan berkelanjutan bagi para pengelola gizi sekolah agar setiap anak Indonesia memperoleh asupan ikan yang bergizi, aman, dan menyehatkan,” jelas Nikendarti.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan bahwa anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 8 September 2025 mencapai Rp 13 triliun atau 18,3 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Realisasi anggaran makan bergizi gratis Rp 13 triliun, atau baru 18,3 persen pagu APBN Rp 71 triliun," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Senin (22/9).
Dia membeberkan bahwa sampai 8 September 2025 telah melayani 22,7 juta penerima dilayani 7.644 SPPG. Dia memastikan, alokasi anggaran akan disesuaikan seiring dengan pencapaian target menuju 82,9 juta penerima pada akhir tahun ini.
Suahasil juga menyampaikan, alokasi akan disesuaikan seiring pencapaian target menuju 82,9 juta penerima. Dilihat dari sebarannya, Wamenkeu menyebut paling banyak realisasi MBG telah diterima 13,26 juta orang.
Sebaran penerima Sumatera sebanyak 4,86 juta; Jawa sebanyak 13,26 juta penerima; Kalimantan 1,03 juta; Sulawesi 1,70 juta orang; Maluku-Papua 0,52 juta orang; dan Bali-Nusa Tenggara 1,34 juta orang.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
