
Kepala Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) Bendungan Hilir, Denny Abdullah Nugraha/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com — Ribuan porsi makanan bergizi gratis (MBG) untuk siswa dan posyandu di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sempat terancam tidak tersalurkan tepat waktu. Pasalnya, kemacetan horor yang terjadi di Jalan Gatot Subroto pada Rabu (24/9) sore, membuat distribusi bahan baku terhambat dan baru tiba malam hari.
Kepala Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) Bendungan Hilir, Denny Abdullah Nugraha, mengatakan bahan baku yang seharusnya datang sore baru bisa diterima sekira pukul 21.00 WIB. “Padahal jumlah yang harus kami siapkan mencapai 3.419 porsi setiap hari. Kalau telat, risikonya besar,” ujarnya kepada Jawapos.com, Jumat (26/9).
Meski demikian, puluhan relawan dapur langsung bergerak cepat. Mereka lembur hingga larut malam untuk memotong sayuran, mengolah lauk, hingga memastikan paket makanan siap didistribusikan ke enam sekolah dan satu posyandu keesokan harinya.
“Kendala terbesar biasanya di sayur-sayuran seperti wortel dan buncis. Jumlahnya banyak sekali dan harus diproses cepat. Tapi alhamdulillah tim kami solid, jadi semua tetap selesai,” kata Denny.
SPPG Bendungan Hilir melibatkan 49 personel, terdiri atas 47 relawan, satu ahli gizi, dan satu akuntan. Sejak program MBG dimulai pada 15 September, dapur ini terus beroperasi melayani siswa SDN Benhil 01, 05, 09, dan 12, SMPN 40, SMKN 19, serta Posyandu Nusa Indah 1 untuk 150 balita dan ibu hamil.
Menurut Denny, antisipasi dan koordinasi menjadi kunci menghadapi situasi darurat. “Yang penting jangan sampai ada kejadian luar biasa seperti keracunan. Kami ingin memastikan makanan benar-benar aman dan bermanfaat bagi generasi penerus,” tegasnya.
Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
