Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 18.29 WIB

Istri Pencuci Ompreng Ungkap Suaminya Tak Pernah Keracunan Makan Hidangan Sisa MBG

Siswa-siswi SD Kebayoran Lama Selatan 11 menenteng ompreng makan bergizi gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebayoran Lama, Jakarta Selatan/(Dimas Choirul/Jawapos.com. - Image

Siswa-siswi SD Kebayoran Lama Selatan 11 menenteng ompreng makan bergizi gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebayoran Lama, Jakarta Selatan/(Dimas Choirul/Jawapos.com.

JawaPos.com - Seorang istri bernama Ddex Evy yang suaminya bekerja sebagai pencuci ompreng di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menceritakan tidak pernah mengalami keracunan meski menyantap sisa hidangan MBG. Hal ini ia ceritakan menanggapi fenomena keracunan MBG yang terjadi di beberapa daerah. 

“Kadang heran sih dengan kejadian keracunan. Jujur, suamiku kerja di bagian cuci ompreng dan sesekali menemukan makanan yang masih layak, dia pun makan. Alhamdulillah tidak ada masalah," tulis Evy di akun medsos pribadinya, dikutip Kamis (2/10).

Oleh karena itu, dia berharap pelaksanaan MBG bisa terus berjalan. Sehingga, memberikan manfaat untuk masyarakat.

"Hanya Allah yang tahu niat baik dan buruknya manusia. Tapi satu hal yang kupercaya, apa yang mereka tanam itulah yang mereka tuai. Semoga MBG tetap berjalan lancar. Aamiin," imbuhnya.

Unggahan Evy pun mendapatkan banyak tanggapan dari warganet. Setidaknya unggahan ini sudah mendapat lebih dari 2.800 tanda suka dan 1.300 komentar.

Akun Budi Cahyono menyarankan agar sekolah dan dapur MBG dilengkapi CCTV. Sehingga kegiatan memasak dan distribusi bisa terpantau dengan baik.

"Kami merasa aneh dengan kejadian keracunan. Kemungkinan ada yang sengaja supaya program baik ini tidak berjalan. Masa makan basi keracunan, coba orang makan beleketek sehat. Ini ada apa sebenarnya?" ucapnya.

Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya memastikan program MBG akan terus berjalan. Dia menganggap program berjalan sukses meskipun masih ditemukan beberapa persoalan.
 
"Anak-anak kita harus cukup makan, maka Makan Bergizi Gratis berjalan terus. Alhamdulillah hari ini sudah hampir mencapai 30 juta penerima manfaat," kata Prabowo di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9).
 
Prabowo juga mendorong perbaikan pengelolaan MBG. Sehingga, peristiwa keracunan tidak terulang. Proses memasak hingga distribusi harus dibenahi.
 
"Kita kerja keras sekarang. Semua dapur nanti harus dilengkapi alat-alat cuci ompreng yang benar-benar kuat dengan ultra violet atau dengan gas, atau dengan air yang sangat panas. Kemudian juga filter untuk air harus ada, kemudian test kit sebelum dikirim makanan harus ada. Ini segera kita benahi, semua dapur harus ada tukang masak terlatih," jelasnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore